Dinsos Sulit Tangani Gepeng

TEBING TINGGI – Pemkab Empatlawang melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) tampaknya masih kesulitan dalam menangani masalah gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kian marak khususnya di Tebing Tinggi.

Kabid Sosial pada Dinsosnakertrans Empatlawang Eka Agustina mengakui, yang menjadi kendala utama lebih kepada operasional dan sarana prasarana pendukung sehingga menurutnya, pihaknya mengalami kesulitan untuk menangani para gepeng yang terjaring razia.

Karena menurutnya, pihaknya akan berupaya jika ada gepeng yang terjaring razia, pihaknya akan mengembalikan ke daerah asal.

“Tapi yang jadi kendala kita karena kendaraan operasional untuk itu belum tersedia,” ujarnya.

Selain itu, kendala yang dihadapi pihaknya dalam penanganan para gepeng itu karena hingga kini Pemkab Empatlawang melalui dinas terkait belum menyediakan fasilitas penampungan semacam rumah singgah. Dengan demikian, saat ada gepeng yang terjaring, penampungan awal para gepeng tersebut juga menjadi permasalahan.

Terpisah, pemerhati masalah sosial di Empatlawang AH Azhari mengatakan, permasalahan gepeng merupakan salah satu ciri kehidupan di perkotaan.

Menurutnya, kondisi tersebut mengharuskan pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah harus siap, terutama dalam penanganan dan jalan keluar dari masalah tersebut. “Itu ciri bahwa kehidupan dan perkembangan perekonomian serta budaya di Empatlawang ini khususnya di Tebing Tinggi sudah mulai mengarah ke arah kemajuan, jadi mau tidak mau semua harussiap,” ungkapnya. ( Irhamudin )

——————————————

Sumber : Koran Sindo

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s