Korupsi Distribusi Raskin Empat Lawang, terdakwa dituntut 78 bulan

PALEMBANG – Diduga tidak menyetorkan uang pendistribusian hasil penjualan beras (HPB) sebesar Rp 136.236.000,  dari program beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Kecamatan Muara Pinang, Empat Lawang, terdakwa Anopenir bin Zainul Toha (56), warga Desa Seleman Ulu, Kecamatan Muara Pinang, Empat Lawang, yang juga PNS Kecamatan Muara Pinang, harus bersiap mendekam cukup lama dipenjara.

Pasalnya, JPU Kejari Tebing Tinggi Farid Anpasya SH menuntut perbuatan terdakwa dengan pidana 78 bulan penjara (6,5 tahun); denda Rp 200 juta, subsidair enam bulan kurungan.

Selain itu, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti atas kerugian Negara sebesar Rp 136.236.000, subsidair setahun penjara. 

‘’Terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 ayat 1 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi; Jo pasal 64 ayat 1 KUHP,” ulas JPU Farid Anpasya SH, saat membacakan tuntutan atas terdakwa di PN Klas IA Khusus Tipikor Palembang, Senin (24/06).

Penasehat hukum terdakwa dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) PN Palembang Advokat Bustanul Fahmi SH; dan Eka Sulastri SH, ditemui usai persidangan mengatakan, atas tuntutan dari JPU, pihaknya masih harus berkoordinasi dengan terdakwa untuk mempersiapkan materi pembelaan. “Ini harus dipikirkan secara matang, terlebih pembelaan ini sangat penting bagi terdakwa menyikapi tuntutan dari JPU,” tegas keduanya.

Ketua majelis hakim, Ade Komarudin SH MH menyebutkan, sidang yang digelar hari ini (kemarin,red) hanya  mengagendakan pembacaan surat tuntutan JPU. Terkait permintaan waktu dari penasehat hukum untuk berkoordinasi dengan terdakwa dalam mempersiapkan materi pembelaan, dipersilakan.

“Kami persilakan penasehat hukum dan terdakwa berkoordinasi dahulu untuk mempersiapkan pembelaan. Dan sidang dinyatakan ditutup untuk umum,” tandasnya.

Sekadar mengingatkan, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa tahun 2009 lalu. Sebelumnya, terdakwa yang diangkat oleh Camat Muara Pinang sebagai pengelola dan pendistribusian raskin, berdasarkan tugasnya menerima raskin dari Bulog. Kemudian mendistribusikan raskin ke desa-desa dan menerima hasil penjualan beras (HPB) raskin dan menyetorkan dari kepala desa, menyerahkan HPB raskin ke Bulog.

Dimana setelah menerima permintaan pendistribusian raskin, langsung mengirimkan raskin ke Kecamatan Muara Pinang. Dan terdakwa memberikan kelonggaran bagi kepala desa untuk menyetorkan HPB raskin tujuh hari sejak beras diterima dengan harga Rp 1.800/kg.

Sementara itu, setiap bulannya, uang yang harus disetorkan terdakwa ke bulog sebesar Rp 54.912.000. Dan beberapa bulan, terdakwa menunggak dan tidak menyetorkan sebesar Rp 164.736.000. Dan tunggakan tersebut dibayar sebesar Rp 28,5 juta, sehingga sisa tunggakan HPB yang belum disetorkan sebesar Rp 136.236.000.
(vot)

——————————————

Sumber : Palembang Pos

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Korupsi Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s