Ban Harus Dibalut Rantai

(gambar hanya ilustrasi)

TEBING TINGGI – Jalan menuju Desa Pancurmas Tebing Tinggi, Empat Lawang, cukup memprihatinkan. Akses utama sepanjang 6 Km berupa tanah merah merupakan jalan bekas pembukaan perkebunan sawit, sulit dilintasi kendaraan.

“Musim kemarau saja susah. Apalagi musim hujan, ban mobil atau sepeda motor harus dibalut rantai,” ungkap Fendi (35) warga Desa Pancurmas, kemarin.

Badan jalan masih tanah merah berlumpur tebal, genangan air dan lubang sedalam 30 centimeter.  Jika ban mobil atau motor tak dibalut rantai, sulit menembus kondisi jalan yang parah di daerah penghasil karet dan kelapa sawit tersebut.

Diakui Fendi, jika musim penghujan warga Pancurmas harus menaiki alat berat pengangkut buah kelapa sawit (jonder, red). Sebab hanya kendaraan berat itulah yang masih mampu digunakan.

’’Jika warga hendak keluar desa atau menjual getah karet atau hasil perkebunan lainnya ke pengumpul. Kalau ada jonder sawit baru kami bisa keluar. Kadang satu bulan sekali kami baru ke pasar,” jelasnya.
Keluhan disampaikan Mat (25) warga Desa Pancurmas lainnya.

Menurutnya, kerusakan jalan sudah parah, jika sehari hujan maka seminggu lumpur tebal sulit dilintasi.

Apalagi kalau musim hujan, meskipun ban motornya dibalut rantai tetap harus didorong ketika melintasi kerusakan parah.

“Kami berharap akses menuju desa segera diperbaiki. Selain itu kebutuhan penting lainnya adalah listrik,” ungkap Mat.

Sementara, Sekdes Pancurmas, Sairin mengatakan, diharap warga tak mengeluh dan merasa dianaktirikan oleh Pemkab Empat Lawang. Dirinya yakin lambat laun jalan dan listrik didesanya akan dibangun meskipun menunggu beberapa tahun kedepan.

“Warga Pancurmas tidak usah mengeluh, lambat laun akan dibangun juga. Mungkin Pemerintah masih fokus pembangunan di daerah lain, kita harus sabar dulu,” ujarnya.
(omi)

——————————————

Sumber : Palembang Pos

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s