Benih padi dan jagung untuk petani kembali disubsidi

TEBING TINGGI – Benih yang diperuntukan untuk para petani, baik padi maupun jagung tahun ini akan tetap diberikan subsidi.

Hanya saja, berbeda dengan tahun lalu, dimana tahun lalu subsidi benih untuk petani adalah 100 persen atau petani diberikan secara gratis. Namun untuk tahun ini petani disubsisidi sebesar 75 persen dari harga pasaranbenih. Sehingga petani dikenakan harga sebesar 25 persen dari harga ketetapan atau harga eceran tertinggi yang ditetapkan.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Empatlawang Rudianto membenarkan hal tersebut. Program dan aturan tersebut menurutnya merupakan ketetapan dari pusat, termasuk HET bagi produk benih tersebut.
Pola tersebut menurutnya, tetap menguntungkan petani, apalagi adanya HET langsung dari pusat.

“Memang benar, untuk tahun ini di subsidi sebesar 75 persen dari HET,” ujarnya, Jumat (3/5/2013).

Dia menambahkan, dengan adanya ketetapan tersebut menurutnya petani sudah bisa mengetahui jumlah uang yang harus dikeluarkan.Seperti untuk jenis benih padi inhibrida yang dilabel dengan harga Rp8.600 per kilogram, petani hanya membayar sebesar Rp2.150 per kilogram. Begitu pula untuk harga benih jagung komposit dari HET Rp10 ribu per kilogram, petani hanya membayar Rp2.500 per kilogram.

“Semua itu diperuntukan untuk membantu dan meringankan beban petani, khususnya untuk penyediaan benih unggul,” ujarnya.

Terpisah, seorang petani desa Lingge Kecamatan Pendopo Barat mengatakan, mereka tidak keberatan dengan hal tersebut. Hanya saja menurutnya, saat petani membutuhkan produk tersebut harus tersedia. Karena prakteknya selama ini, seringkali saat petani membutuhkan bibit, namun kesulitan untuk mendapatkan. Bahkan tidak ada sama sekali.

“Tidak keberatan, namun harus ada jangan seperti tahun sebelumnya, bilangnya gratis namun banyak yang tidak kebagian,” tukasnya.

Selain itu menurutnya, peran penyuluh lapangan juga harus lebih maksimal. Janganhanya memberikan penyuluhan pada saat-saat tertentu, itupun lebih sering kepada teori, bukan terjun langsung ke lapangan.

“Karena mereka itu ditunjuk oleh pemerintah untuk itu, kalaupun tidak ada kami masih tetap bisa mengolah lahan dan tanaman kami, karena ini memang penghidupan kami,” ujarnya.
( Irhamudin )

——————————————

Sumber : SINDOnews

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s