Pemkab gelontorkan Rp1,4 Miliar untuk Melahirkan Gratis

TEBING TINGGI – Pemerintah Kabupaten Empatlawang menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk membantu ibu-ibu di Empatlawang yang akan melahirkan tahun 2013.

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi kelahiran anak pertama dan kedua. Sedangkan untuk anak ketiga, hal tersebut diberlakukan jika yang bersangkutan berasal dari keluarga yang tidak mampu dengan menyertakan surat keterangan dari kepala desa dan pihak terkait lainnya.

“Ini sebagai upaya kita selaku pemerintah dalam membantu meringankan biaya bagi keluarga yang istrinya melahirkan dan sering terbentur masalah biaya,” ujar Bupati Empatlawang Budi Antoni Aljufri kemarin.

Hanya, kebijakan melahirkan gratis tersebut berlaku bilamana ibu yang melahirkan tersebut melakukan persalinan di puskesmas dan rumah sakit pemerintah di Empatlawang saja.

Kebijakan ini dilakukan sebagai salah satu upaya penurunan risiko kematian ibu dan bayi. Tindakan medis memang sangat diperlukan dalam penanganan masalah tersebut.

“Jadi kami lakukan subsidi biaya bagi ibu-ibu di Empatlawang yang melahirkan di puskesmas dan rumah sakit, kalau masih ada yang memungut biaya, silakan laporkankepada kami,” ujarnya.

Terkait program tersebut, banyak pihak, khususnya kaum ibu, yang menyambut baik. Namun, menurut mereka, kendala yang ada saat ini adalah jarak tempuh antara puskesmas atau rumah sakit dengan tempat mereka berdomisili.

Selain itu, permasalahan yang ada di lapangan adalah seringnya petugas medis yang tidak berada di tempat, termasuk bidan desa yang bertugas di polindes yang ada di Empatllawang.

“Kalaupun biayanya gratis, tapi orangnya tidak ada, percuma saja karena yang namanya melahirkan itu perlu tindakan yang cepat,” ujar warga Pendopo Empatlawang, Susilawati.

Bahkan, seorang bidan yang berpraktik di Empatlawang, yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengungkapkan, terkadang program seperti itu sangat membingungkan. Sebab, selama ini program Jaminan Persalinan (Jampersal) yang sudah berjalan sering menemui kendala, khususnya saat klaim dari program tersebut.

“Jujur saja kami bingung tapi kalau memang sudah menjadi program pemerintah kami menurut, hanya saja aturannya yang harus jelas,” kata dia.

Apalagi, terkadang masyarakat kurang memahami prosedur yang ada. Karena itu, sosialisasi dan pemahaman masyarakat mengenai hal itu harus lebih diperjelas. Jadi,saat penerapan atau aplikasi di lapangan tidak menimbulkan benturan.

“Jelaskan dulu benar-benar yang gratis itu yang seperti apa dan apa saja syaratnya, jadi nanti tidak kebingungan,” ujar dia. ( Irhamudin )

——————————————

Sumber : Koran Sindo

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s