Kampanye Hitam Racuni Politik Pilkada Empatlawang

KAMPANYE hitam ( black campaign ) telah menjadi senjata pemusnah para tim sukses dan konsultan politik.

Menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Empatlawang masa bakti 2013-2018, senjata pemusnah itu makin sering ditembakkan dengan tujuan mengalahkan lawan dan mempengaruhi pemilih di bilik suara pada 6 Juni 2013.

Tidak tanggung-tanggung, segalah isu miring dilemparkan para Tim Sukses kandidat untuk menjatuhkan lawan.
Isu nepotisme diangkat, letak pemerintahan disoal, PNS berpolitik dipertanyakan, termasuk mutasi jabatan , Kios BBM, serta masalah agama yang dipolitisasi, dan tak kalah ketinggalan isu kebun sawit jadi sorotan. Yang lebih menarik cerita atau isu moralitas calon jadi trending topic.

Tak ada tujuan lain, Tim sukses “menggoreng” isu-isu negatif tersebut untuk mengangkat kandidat dan menghancurkan kandidat lain.

Dalam sejarah Pilkada di Indonesia, kampaye hitam ( black campaign ), sudah menjadi tradisi setiap perhelatan akbar di daerah, tidak terkecuali di Empatlawang walaupun kabupaten ini baru melaksanakan pilkadanya yang ke-2, kampanye hitam menjadi senjata andalan para Tim Sukses dan Konsultan Politik untuk berebut simpati masarakat.

Sebut saja ketika Si-A melontarkan statement negatif langsung saja Si-B tanpa ba-bi-bu membantah dan balik menyerang melontarkan statement negatif menyerang Si-A, begitupun seterusnya.

Tidak seperti pemilihan Presiden yang menjadikan media masa seperti televisi dan koran menjadi panggung orasi para kandidat, pemilihan Bupati Empatlawang menjadikan acar formal atau non formal, dari acara sukuran sampai acar resepsi pernikahan, dari pelatikan Kades sampai pelatikan Kadis sebagai panggung berorasi menyerang kandidat lawan. Bahkan di Media Jejaring sosial seperti Facebook pun dijadikan alat ber-kampaye hitam-an ria.

Sebagai masarakat yang lahir dan besar serta hidup di Bumi “Saling Keruani, Sangi Kerawati” ini, fenomena kampanye hitam yang memvirus pemilihan Bupati dan Wakil Bupati membuat saya was-was serta takut akan terjadi konflik horizontal, yang dapat dipastikan merugikan bagi perkembangan masarakat dan kemajuan kabupaten ini sendirinya.

Saya pernah terbaca sebuah sejarah demokrasi zaman Romawi telah mengeksploitasi ketakutan, intimidasi dan prasangka terhadap saingan politiknya dalam upaya untuk mempertahankan kekuasaan atau sebaliknya menjatuhkan kekuasaan.

Cicero, misalnya, dikenal sebagai orator ulung, tapi banyak orang lupa bahwa dia juga seorang pelaku kampanye hitam yang hebat.

Abad pertama masehi bukan hanya merupakan perang saudara Romawi yang dipenuhi kekerasan fisik, tapi juga kekerasan retorika. Cicero adalah seorang pencerca yang sadis. Ia menuduh Cataline, lawan politiknya, berniat melakukan konspirasi menjatuhkan pemerintah.

“Pergilah anda dari Romawi. Setiap orang takut dan membencimu. Matamu penuh airmata buaya, tanganmu penuh dengan darah, tubuhmu dibalut keserakahan,” begitu Cicero menghujat Cataline.

Bukan itu saja. Cicero menuding Cataline telah membunuh isterinya supaya bisa kawin lagi. Tudingan dan serangan verbal Cicero dalam setiap pidatonya membuat Cataline tidak tahan. Cateline yang mengalami demoralisasi akhirnya meninggalkan Romawi dan terbunuh dalam perang beberapa waktu kemudian.

Dari kisah Cicero tersebut maka bisa disimpulkan bahwa kampanye hitam telah menjadi racun politik sepanjang sejarah politik itu sendiri.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah kampanye hitam, saling serang dan saling menelanjangi itu baik bagi perkembangan demokrasi?

Victor Kamber, penulis buku “Poison Politics”, menjawab bahwa kampanye negatif, apalagi kampanye hitam, merusak demokrasi.
“Kampanye hitam itu seperti racun politik yang tidak sehat bagi rakyat,” katanya tegas.

Kampanye hitam, menurut Victor Kamber, telah berkontribusi terhadap sikap anti-politik dan meningkatnya jumlah golongan putih (Golput).

Kampanye negatif telah meracuni demokrasi dengan menelanjangi kekurangan dan kebobrokan para kandidat dan pemimpin politik

“Bayangkan jika biro iklan Coca Cola menyerang betapa buruknya Pepsi, dan Pepsi membalas betapa berbahayanya Coca Cola. Lama kelamaan, tidak ada orang yang mau minum Coca Cola atau Pepsi,” tulis Kamber.

Orang dapat hidup tanpa minum minuman ringan. Tapi orang tidak akan bisa terjamin keamanan dan kesejahteraannya tanpa pemerintahan.

Kampanye hitam akan membuat masarakat ini terbelah. Ia akan menyebarkan permusuhan, fitnah, SARA, dan kebencian.
Bayangkan saja jika suatu kelompok membenci kelompok yang lain, jika satu marga membenci marga yang lain, atau jika suatu komunitas pengguna bahasa membenci suatu komunitas pengguna bahasa yang lain, nyamankah kita???.
Dimana tanggung jawab moral para elite politik???

Politik cerdas dan santun itu harapan kita semua.
Salam…..

Tebingtinggi, 22 April 2013

(Penulis hanyalah seorang masarakat biasa yang inginkan kedamaian)

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Opini. Tandai permalink.

3 Balasan ke Kampanye Hitam Racuni Politik Pilkada Empatlawang

  1. sip… majulah empat lawang . . .

  2. Dedy Haryanto berkata:

    trnyata mase ada orang yg seperti saudara ku ini d empat lawang ini,cerdas,dan berwawasan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s