Susyanto Tunut ; Ingin selalu jadi petani

LAHIR dan tumbuh besar di daerah sentra pertanian dan perkebunan di kaki Gunung Api Dempo, Kota Pagaralam, membuat Susyanto Tunut peka terhadap masalah yang dihadapi petani, baik petani kebun, sawah, maupun petani sayur-sayuran atau hortikultura.

Kedekatan emosional dengan masyarakat petani menyebabkan pria ini memiliki cita-cita bagaimana membina dan mengajak petani menjadi lebih baik. “Saya jelas tidak asing dengan pertanian, baik kebun maupun sawah. Sebab, semua tahu wilayah Pagaralam itu adalah sentra pertanian, sedangkan saya lahir dan besar di sana,” katanya.

Dia mengaku sangat memahami hal-hal yang menjadi keluhan dan kendala serta hambatan petani selama ini.
Minimnya hasil panen, turunnya harga, serta faktor alam yang tak mendukung, seperti kemarau panjang atau banjir, menjadi bagian dari masalah petani, termasuk ketersediaan lahan atau ladang untuk bercocok tanam karena jumlah manusia yang semakin banyak.

“Pemerintah selaku pengambil kebijakan tentu harus peka dan paham akan masalah yang dihadapi petani itu.
Selami dan pahami masalahnya, dan jangan sekali-sekali kita memusuhi petani karena peran mereka sangatlah penting,” ulasnya.

Di posisinya saat ini, Susyanto Tunut berkesempatan untuk menularkan ilmu yang dimilikinya serta memainkan peran selaku perpanjangan tangan pemerintah, dalam hal memajukan bidang pertanian. “Kita ajarkan petani untuk melakukan peremajaan, penggunaan bibit unggul, serta pola pemeliharaan yang bermuara kepada peningkatan produksi.
Jadi, petani itu perlu arahan dan bimbingan,itu dulu yang harus kita penuhi,” ujarnya.

Penyuka tanaman anggrek ini mengaku, karena kedekatannya dengan dunia pertanian, tak mengherankan jika dalam kesehariannya tidak terlepas dari tanaman. Bahkan, pada waktu senggang, dia sibuk mengurusi tanaman anggrek serta beberapa tanaman lainnya di sekitar rumahnya yang dibiarkan alami bak hutan buatan.

“Mungkin karena lingkungan tempat saya dibesarkan dipenuhi tanaman, sehingga saya akan merasa asing jika tidak tinggal di lingkungan yang tidak banyak pohon dan tanaman lain. Makanya, selepas dinas, saya akan tetap menjadi petani,” tandasnya. ( Irhamudin )

——————————————

Sumber : Koran Sindo

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Tokoh. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s