Keluarga Korban Tertabrak Mobil Minta Keadilan

ULU MUSI – Keluarga korban serta masyarakat mempertanyakan tidak ditahannya pengendara serta mobil penabrak yang menewaskan Meza bin Zan (6), warga Desa Seleman Ulu, Kecamatan Ulumusi, Kabupaten Empatlawang, Kamis (27/3/2013) sekitar pukul 10.30 yang lalu.

Mereka mengaku kecewa dengan pihak aparat yang tidak menindak penabrak oleh karena merupakan timses salah satu calon kandidat Pilkada Empatlawang.

Peristiwa yang menewaskan bocah SD dengan tragis tersebut terjadi saat korban berjalan di pinggir jalan sepulang sekolah, yakni poros jalan lintas provinsi Pagaralam-Bengkulu, tepatnya Desa Seleman Ulu, Kecamatan Muara Pinang.

Seketika dari arah berlawanan, mobil Kijang Innova plat Nopol B 1936 IJ yang dikemudikan oleh Nain bersama penumpangnya Kades Sawah, Joang yang juga salah satu keluarga Joncik Muhammad.
Akibat tertabrak kendaraan tersebut kepala korban nyaris pecah hingga nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Tidak hanya itu, mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi tersebut tidak terkendali lagi hingga nyungsep ke dalam SPAL di sisi jalan.

“Kami masyarakat kecil meminta keadilan hukum atas kejadian yang menimpa keluarga kami. Mengapa tidak ada tindakan dari pihak berwajib, apakah karena mereka keluarga calon bupati,” cetus salah seorang anggota keluarga yang meminta namanya tidak disebutkan, Senin (1/4/2013).
( wiliem_wk – Sriwijaya Post )

——————————————

Sumber : palembang.tribunnews.com

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Hukum dan Kriminalitas. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s