Warga yang Tinggal di DAS Musi Diminta Waspada

TEBING TINGGI – Debit dan volume air Sungai Musi yang melintasi wilayah Empatlawang saat ini tergolong normal. Namun,warga,khususnya yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) tersebut,diminta untuk tidak lengah.

Apalagi, kejadian banjir bandang yang terjadi beberapa kali di Empatlawang bukanakibat Sungai Musi. Namun, banjir akibat meluapnya debit air di anak Sungai Musi,seperti Sungai Ayik Deras di Kecamatan Pendopo dan Sungai Selepah di Kecamatan Talang Padang. Di mana,kedua sungai tersebut bermuara ke Sungai Musi di wilayah Empatlawang.

“Cuaca saat ini belum normal, di bagian hulu sungai masih sering terjadi hujan deras, jadi meskipun saat ini air Sungai Musi sudah seperti biasanya, tetap jangan sampai lengah,” ujarnya kemarin.

Pihaknya pun saat ini tetap bersiaga dengan menyiagakan personel Tim Reaksi Cepat (TRC), khususnya di UPTD BPBD Empatlawang yang terbagi di empat zona.

Selain itu, pihaknya sedang mengupayakan menyiagakan peralatan, seperti perahu karet dan tenda di daerah-daerah rawan bencana, seperti di Pendopo dan kawasan Baturaja Baru, Kecamatan Tebing Tinggi.

Selain itu, kewaspadaan harus ditingkatkan bukan hanya terhadap debit air sungai,melainkan juga untuk ancaman longsor dan puting beliung yang memang kerap terjadi di Empatlawang.

“Empatlawang memang kita akui rawan bencana dan kejadiannya sering tidak terduga, seperti yang terjadi di Pendopo, meskipun Sungai Ayik Deras tidak terlalu deras, karena terjadi banjir bandang, sedikitnya tiga desa jadi korban. Jadi hal seperti itu yang mesti kita waspadai,”tuturnya.

Senada dengan iti, Abu warga Kelurahan Tanjung Beringin,Kecamatan Tebing Tinggi,mengatakan, kewaspadaan terhadap kondisi dan debit air Sungai Musi memang sangat perlu.
Apalagi,tidak sedikit masyarakat Tebing Tinggi yang berdiam di DAS Musi, bahkan dibantaran sungai. Dia mengatakan, terkadang debit air Sungai Musi naik dengan mendadak meskipun di wilayah tersebut tidak turun hujan.

Kondisi tersebut mulai terjadi sejak 10 tahun ke belakang. “Kalau dulu-dulu tidak, naiknya kalau memang sedang musim hujan, kalau sekarang tidak hujan pun terkadang naik,mungkin hujannya di hulu di wilayah Pagaralam atau wilayah Kepahiyang,”ujarnya. ( Irhamudin )

——————————————

Sumber : Koran Sindo

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s