Empatlawang, Kriminal Peringkat Ke-3 Se Sumsel

TEBING TINGGI – Tingginya angka kriminilaitas yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Empatlawang, rupanya menempatkan daerah ini menjadi peringkat ketiga se Provinsi Sumateraselatan dalam urusan kriminal.

Selain belum terbentuknya Mapolres di Empat Lawang, minimnya jumlah personel kepolisian di setiap Mapolsek yang ada, disinyalir menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu, masih lancarnya budaya tebus barang curian, juga menjadi faktor utama tingginya angka kriminalitas di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

“Kriminalitas di Empat Lawang cukup tinggi, terutama masalah pencurian kendaran bermotor (Curanmor). Dalam setahun, bisa mencapai 200 kejahatan dan sebagian besar tindak kriminal Curanmor,” ungkap Kapolres Lahat, AKBP Budi Santoso, saat bersilaturrahmi di ruang kerja Bupati Empat Lawang, Rabu kemarin (20/2).

Dia mengatakan, jika Kapolsek-kapolsek yang ada di Empat Lawang tidak mampu mengungkap Ranmor dalam sepuluh hari, maka harus dipertanyakan pangkatnya.

“10 hari 60 motor hasil curian harus terkumpulkan dan alhamdulillah bisa terlaksana sehingga bisa mengurangi tingkat ranmor di Empat Lawang,” tuturnya.

Mantan Kapolres Muara enim ini juga menyampaikan bahwa di Empat Lawang kejahatan ranmor bisa terjadi setiap hari. “Akan kita buat shock terapi dan lebih keras untuk para ranmor dan penadahnya,” ujarnya seraya menyampaikan akan menambah personel disetiap Polsek.

Sementara itu Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) berharap, aparat penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian, bisa bersikap tegas terhadap pelaku kejahatan, termasuk mereka yang menjadi mediator ataupun penadah hasil curian.

“Bila perlu, pelaku kejahatan yang sering meresahkan masyarakat Empat Lawang, ditembak saja supaya ada efek jera dan shock terapi bagi pelaku lainnya,” ungkap HBA.

HBA menjelaskan, saat ini untuk masalah Bajing loncat sudah tidak ada lagi, namun ranmor masih merajalela. Oleh sebab itu dia meminta kepada Polres untuk menambah personel disetiap Polseknya.

“Salah satu solusinya harus perbanyak personel di setiap Mapolsek, kemudian menjalin kerjasama antara polisi dengan masyarakat, dengan membentuk pos-pos PKJR yang selalu dijaga, untuk menekan angka kriminalitas,” ujar HBA.

Dia menegaskan, sebaiknya disepakatkan betul-betul dengan rapat Muspida, serta ada kesepakatan dari Polda juga sehingga saling mendukung penekanan tingkat kriminalitas.

“Inilah upaya kita untuk menjaga keamanan di Empat Lawang, kemudian saya meminta pihak Polres untuk setiap bulannya melakukan patroli di Empat Lawang,” pungkasnya. (Tono)

——————————————-

Sumber : KabarKite.com

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Hukum dan Kriminalitas. Tandai permalink.