Bantuan Terus Disalurkan-Banjir Besar Masih Mengancam

( Sekumpulan anak membantu pengendara motor yang terjebak banjir di Jalan Panca Usaha Jakabaring, Palembang, kemarin. Kondisi jalan rusak parah mengakibatkan banjir tak surut selama tiga hari belakangan. )

PALEMBANG– Bahaya banjir masih mengancam beberapa wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumsel. Saat ini Pemprov Sumsel masih terus menyalurkan bantuan,terutama pangan dan obat-obatan,kepada korban banjir.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan,pihaknya telah melaksanakan berbagai tindakan pencegahan maupun penanggulangan bencana di Provinsi Sumsel.“BPBD bekerja sama dengan Tagana Sumsel dan pihak terkait masih terus menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang hingga kini masih tertimpa musibah banjir,” ujar Alex seusai menutup kegiatan Special Need Training (SPENT) diGriya Agung,Palembang, kemarin.

Ke depan,Pemprov Sumsel tidak hanya menanggulangi, tapi juga mengatasi penyebab bencana, khususnya banjir. “Daerah hulu itu saat ini mengalami kerusakan dan harus dibenahi.” “Diperlukan kerja sama bukan hanya antar kabupaten, melainkan antar provinsi,karena hulu Sungai Musi berada di Kepahyang,”papar dia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Yulizar Dinoto mengatakan, bantuan yang telah disalurkanke daerah yang tertimpa bencana banjir sebanyak 10 ton beras,500 dus mi instan,susu,ikan dalam kemasan kaleng, dan air mineral.

Sedangkan, bantuan uang yakni sebesar Rp250 juta. Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Apriyadi menambahkan, selain memberikan bantuan bahan makanan, Pemprov Sumsel juga menyediakan tenda pengungsi dan dapur umum untuk korban bencana di Kabupaten Muba.

“Total keseluruhan bantuan yang diberikan terhadap korban bencana yang terjadi di Provinsi Sumsel untuk beras mencapai 55 ton. Sedangkan, jumlah total bantuan berupa uang mencapai Rp1.315.000.000,”ungkap dia.

Terpisah,Kepala Pengelola PPK Regional Sumsel Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Badaruddin menyatakan telah menyalurkan obat-obatan kepada korban banjir.

“Kalau untuk tim medis tidak kami kirimkankarena sudah ada tenaga medis dari pemkab setempat,” pungkasnya. Sementaraitu, Kepala BPBD OKU Timur Dahrizal Efendi mengaku belum memiliki peralatan penanggulangan bencana banjir seperti perahu karet, tenda, mobil rescue lengkap dengan peralatan penunjang dan mobil dapur umum.

“Perahu karet berfungsi untuk melakukan evakuasi warga yangterkenabanjir.Sedangkan, tenda diperlukan untuk mengantisipasi jika terjadi pengungsian.

Mobil dapur umum berguna untuk memasak makanan dan minuman yang dibutuhkan masyarakat di pengungsian. Semua itu kami belum memilikinya,” paparnya.

Anggota DPRD OKU Timur dari PKB Amrin Arian menyatakan, peralatan penanggulangan bencana sangat diperlukan untuk membantu petugas saat terjadi bencana. “Seharusnya BPBD OKU Timur memiliki peralatan penanggulangan bencana yang lengkap karena setiap SKPD sudah membuat anggaran dan Banggar DPRD sudah memberikan ketentuan jumlah anggaran sesuai yang dibutuhkan setiap SKPD,”katanya.

PULUHAN EKOR SAPI MATI

Dampak banjir bandang yang melanda tiga desa di Kecamatan Pendopo,Kabupaten Empatlawang, selain menyebabkan puluhan rumah warga rusak, juga menyebabkan puluhan ekor sapi ternak milik warga hanyut.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pendopo Junaidi Amin membenarkan hal tersebut. “Saat ini kami masih melakukan pendataan untuk jenis hewan ternak sapi. Karena ada juga warga yang melaporkan ternak kambing milik mereka yang hilang saat banjir bandang,”kata dia.

Adapun bantuan untuk warga yang menjadi korban banjir sudah disalurkan. Warga yang rumahnya hanyut atau roboh mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta,rusak berat Rp3 juta, dan rusak ringan sebesar Rp1 juta.

“Uang bantuan berasal dari Pemprov Sumsel. Saat ini sudah mulai kondusif dan warga yang menjadi korban banjir terus berbenah dengan dibantu warga lain dan keluarga,” bebernya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Empatlawang Lukman Panggarbessy melalui Kabid Sosial Eka Agustina mengatakan saat ini masih menunggu laporan mengenai jumlah total kerugian akibat banjir bandang. “Bantuan dari provinsi sudah disalurkan berupa uang tunai termasuk bantuan sandang pangan.
Selanjutnya akan ada bantuan lagi dari pemkab,” paparnya.

Sedangkan, hujan yangterjadi selama sekitar satu jam di Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU),kemarin membuat sejumlah kendaraan harus berjalan merayap hingga menyebabkan arus lalu lintas Sumatera macet sepanjang 4 km.

Pasalnya, sebagian jalan tergenang air dengan ketinggian setengah meter. Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PU Bina Marga Pemkab OKU Muzaim Aliansyah mengatakan, genangan air terjadi diakibatkan goronggorong jalan mengalami kerusakan dan tersumbat. ( Amarullah diansyah/ Dadang dinata/ Irhamudin/Ibrahim arsyad )

——————————————

Sumber : Koran Sindo

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s