Banjir dahsyat hantam Empatlawang, sedikitnya 5 rumah 1 buah mobil terbawa arus

PENDOPO – Banjir besar menghantam puluhan rumah di tiga desa yang ada di Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empatlawang. Bahkan, banjir yang terjadi, Senin (11/2) dini hari itu, merupakan banjir terbesar sejak belasan tahun terakhir ini.
Ketiga desa yang diterjang banjir ini, Desa Tanjung raman, Lubuk Layang dan Desa Nanjungan.

Sekretaris Camat Pendopo Junaidi Amin melaporkan, kejadian yang meluluhlantakkan tiga desa di Pendopo itu terjadi dengan begitu cepat. Disaat warga sedang tertidur lelap sepanjang malam Senin dini hari.

Air Sungai Musi meluap dan menghantam puluhan rumah warga, peralatan rumah tangga, hasil kebun., bahkan hewan ternak hingga kendaraan milik warga.

“Kejadian ini bermula ketika hujan deras berkepanjangan Minggu (10/2) tadi malam. Hingga dini hari tiada henti. Nah ternyata berangsur-angsur masuk ke dalam rumah warga dan menghantam isi rumah. Bahkan tak jarang hasil kebun dan sawah milik warga juga ikut hanyut. Namun tidak korban jiwa belum ada, dari peristiwan dahsyat ini,” terang Junaidi.

Dari data yang diterima, sambung Junaidi, sejauh ini di desa Tanjung Raman terdapat 5 rumah hanyut. Kemudian rumah rusak berat mencapai 17 rumah, dan rusak ringan ada 6 rumah. Disisi lain juga terdapat jembatan gantung yang hanyut sebanyak 3 buah. Bahkan terdapat hewan ternak milik masyarakat hanyut hingga kini masih dalam proses penghitungan warga.

Kemudian untuk desa Nanjungan, tidak ada rumah yang hanyut. Namun ada beberapa rumah yang rusak berat dan ringan. Pun juga terdapat 1 unit mobil terbawa arus sungai Musi.

“Juga terdapat hasil kebun dan sawah milik masyarakat ikut terendam dan hanyut,” tambahnya.

Selanjutnya, terang Junaidi, desa Lubuk Layang pun tak ketinggalan dahsyatnya. 2 buah rumah hanyut, dan 5 rumah rusak berat, terakhir ada 13 rumah rusak ringan.

“Sedangkan di desa Bandar Agung terdapat jembatan putus dan area sawah yang terendam air sungai,” katanya seraya menginformasikan kondisi ini sudah dilakukan tanggap darurat. Mulai dari penyediaan dapur umum, dan siaga masyarakat termasuk aparat desa baik itu Tagana, kepolisian, dan masih banyak lagi.

Kades Nanjungan, Destilawati mengungkapkan air bah yang berasal dari sungai ayek deras tersebut sudah mencapai atap rumahnya. Padahal, rumah Kades tersebut berada diatas permukaan sungai sekitar 20 meter. Hal itu membuktikan air yang meluap sangat tinggi, alhasil rumah sang Kades penuh dengan air, ratusan kilo Padi, Kopi serta jagung miliknya juga ikut hanyut.

“Saya kira sudah kiamat, entah harus bicara apalagi saya semalam,” ucapnya lirih. (Tono)

——————————————

Sumber : KabarKite.com

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Kabar Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s