CV Irvan Perkasa Dinilai Tidak Profesional

TEBING TINGGI – Pembangunan gedung pasar tradisional di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, hingga kini belum rampung 100
persen meskipun sudah memasuki tahapan ketiga atau dimulai sejak 2010 silam. Bahkan, untuk tahap ketiga atau pengerjaan pada tahun anggaran 2012 lalu, belum selesai dan CV Irvan Perkasa yang mengerjakannya pun harus membayar denda keterlambatan serta berjanji menyelesaikan tanggungjawabnya hingga tuntas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Diduga, belum selesainya pembangunan gedung yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat ini, disebabkan oleh buruknya kinerja dari pemborong yang tidak profesional serta lemahnya pengawasan dari pemerintah. Sebab, gedung yang sudah lama dinantikan masyarakat Tebing Tinggi dan sekitarnya ini,sudah berlangsung sejak 2010 lalu dan bukan termasuk proyek gedung yang besar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Empat Lawang, Matcik didampingi Kasi Perindustrian Jumansyah ketika dikonfirmasi, membenarkan belum selesainya pembangunan gedung yang menelan dana sekitar Rp 2,2 Milyar tersebut. “Sesuai dengan tahapannya, pembangunannya memang belum bisa diselesaikan pada tahun 2012 ini, sesuai dengan RAB yang ada,” ungkap Matcik, kemarin.

Matcik menjelaskan, secara fisik gedung dimaksud sudah rampung sekitar 80 persen.Hanya lantai, rolling door da beberapa bagian kecil yang belum selesai dikerjakan oleh pemborongnya. Sedangkan untuk finishing secara menyeluruh, pemerintah akan kembali mengajukan bantuan dari pemerintah pusat, melalui pos dana Tugas Pembantuan (TP). Sebab, dana DAK sudah tidak mungkin diberikan oleh pemerintah pusat, karena sudah diterima 3 kali secara berturut-turut sejak 2010 hingga 2012.

“Kekurangan dana untuk finishingnya, sekitar Rp 1 Milyar da akan kami ajukan ke pemerintah pusat pada 2013 ini,” ujarnya.

Masih menurut Matcik, ada beberapa kendala yang dikeluhkan oleh pihak ketiga atau CV Irvan Perkasa selaku pemborong proyek pembangunan gedung pasar Tebing Tinggi. Antara lain, kekurang tenaga tukang, keterlambatan datangnya pesanan barang dari Jakarta serta kendala non tehnis lainnya sehingga pekerjaan mereka molor hingga saat ini.

“Sesuai dengan peraturan yang ada, CV IrvanPerkasa harus membayar denda serta berjanji untuk menyelesaikan pekerjaannya hingga 100 persen, atas ketidak profesionalannya. Sedangkan untuk besarnya jumlah denda yang harus dibayar, sebesar 1/1000 dari nilai kontrak yang ada,”jelasnya.

Sementara Jumansyah mengatakan, pembangunan gedung pasar Tebing Tinggi bisa saja diselesaikan tahun 2012 lalu, jika anggaran dari Disperindag disetujui oleh Badan Anggaran DPRD Empat Lawang. “Anggaran yang kami ajukan untuk lanjutan pembangunan gedung itu, dicoret oleh Banggar makanya hingga saat ini belum bisaselesai,” urainya dengan nada agak kesal.

Untuk diketahui, pada tahap pertama atau tahun anggaran 2010, pembangunan gedung pasar Tebing Tinggi menelan dana sekitar Rp 600 juta. Kemudian pada tahun 2011 atau tahap kedua, pemerintah pusat kembali mengucurkan dana DAK sebesar Rp 700 juta serta pada tahap ketiga atau tahun 2012 lalu, bantuan dari pemerintah pusat kembali diberikan sebesar Rp 900 juta. Total dana DAK dari pemerintah pusat, sebesar Rp 2,2 Milyar. Namun anehnya, gedung tersebut masih belum bisa dimanfaatkan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL), yang saat ini masih memenuhi pinggiran jalan untuk berjualan.( Rody )

——————————————

Sumber : Sumsel Post

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s