Rapat Sengketa Lahan Deadlock

TEBING TINGGI – Rapat pembahasan sengketa lahan sawit antara warga Dusun Sungai Jernih, Desa Tanjung Kupang Baru,Kecamatan Tebing Tinggi, dan PT Sawit Mas Sejahtera (SMS) berakhir deadlock kemarin.

Dalam rapat yang difasilitasi Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Empatlawang tersebut, akhirnya memang terbukti bahwa saat ini investor yang menguasai lahan tersebut bukan lagi PT Multrada Multi Maju,melainkan sudah beralih kepemilikan yaitu PT Sawit Mas Sejahtera.

Dalam pertemuan yang dipimpin Asisten II Setda Empatlawang Fadilah Marik tersebut,pihak manajemen PT SMS meminta masyarakat menunjukkan bukti sah atas kepemilikan lahan tersebut.
Fadilah Marik mengatakan, karena itulah akhirnya rapat deadlock.

Pihak perusahaan langsung meminta masyarakat menunjukkan dokumen hal itu, seperti data nama warga yang lahannya dikuasai perusahaan dan batas-batas lahan. “Yang menjadi keheranan kami, masak mereka tidak mengetahui hal itu dari pemilik perusahaan yang lama, karena mereka mengambil alih saat sudah ada kesepakatan ganti rugi dengan perusahaan yang lama,”katanya.

Dengan kondisi dan situasi seperti ini,permasalahan tersebut diperkirakan akan semakin berlarut-larut.Sebab,pihak manajemen yang baru berdalih tidak membawa berkas perusahaan yang lama dan mereka meminta warga menunjukkan bukti dan data dokumen kepemilikan lahan. Padahal, menurutnya, awalnya semua sudah clear, termasuk masalah batas lahan yang disepakati untuk diganti rugi dengan melibatkan pihak BPN Empatlawang.

“Makanya pertemuannya menjadi deadlock karena mereka berdalih tidak membawa berkas dan meminta warga menunjukkan dokumen kepemilikan lahan tersebut,”ucapnya.

Sementara itu,menurut CamatTebingTinggi Alhumaidi Saman, melihat kondisi yang ada, masalah tersebut akan terus berlarut- larut.Karena warga berharap yang dibahas adalah masalah kepastian penjadwalan ganti rugi yang telah disetujui dengan perusahaan yang lama.

Menurutnya, masyarakat tidak memahami masalah akuisisi atau peralihan kepemilikan perusahaan. Karena masalah ganti rugi, termasuk luasan dan besarannya, sudah disepakati sebelumnya dengan pihak PT MM. “Maunya pihak perusahaan mengenai kejelasan dokumen dan kepastian batas dan jumlah warga dibahas ulang, sementara warga yang merasa semuanya sudah lengkap dan setuju masalah ganti rugi berharap kejelasan dan kepastian masalah ganti rugi,”katanya.

Bahkan, dalam pertemuan tersebut tidak ada masalah besaran ganti rugi yang dibahas. Sementara, warga sudah sepakat dengan harga yang disepakati perusahaan yang lama.Pihaknya mengkhawatirkan jika permasalahan tersebut berlarut-larut, maka hal-hal yang tidak diinginkan justru terjadi di lapangan. Karena masyarakat sudah berada di puncakkekesalan. ( irhamudin )

——————————————

Sumber : Koran Sindo

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s