Warga nekat panen sawit di lahan sengketa

TEBING TINGGI – Warga dusun Sungai Jernihdesa Tanjung Kupang Baru kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empatlawang, Sumatera Selatan akhirnya nekat menguasai lahan dan memanen buah sawit di lahan yang disengketakan dengan PT Multrada Multi Maju.

Camat Tebing Tinggi Alhumaidi Saman saat dikonfirmasi membenarkan aksi warga tersebut. Hasil panen sawit yang dilakukan warga tersebut sekitar 8 ton dan sudah dijual. Dia mengakui, saat ini lahan tersebut memang sedang dalam penguasaan warga sampai pihak perusahaan melakukan ganti rugi. Hanya saja menurutnya, warga yang menguasai lahan tersebut tidak berbuat anarkis dan tidak melakukan kerusakan.

“Kalau warga memanen memang benar, sudah sekitar 8 ton buah sawit yang dipanen sendiri oleh warga,” ungkapnya ketika dihubungi, Rabu (9/1/2013).

Hanya saja, kini aksi tersebut sudah diberhentikan setelah perwakilan perusahaan datang menemui warga untuk kembali bertemu dengan difasilitasi oleh Pemkab Empatlawang.
“Jadi mereka dua hari melakukan aksi panen,tapi setelah ada pihak perusahaan yang datang dan mengajak bertemu kembali, warga nurut dan menghentikan aksinya,” ujarnya.

Pertemuan itu sendiri menurutnya diagendakan besok. Dimana menurutnya dalam pertemuan tersebut kembali akan dibahas mengenai pelaksanaan dan proses ganti rugi itu sendiri.

Menurut salah seorang warga, aksi panen tersebut dilakukan karena pihak perusahaan terus mengulur waktu dan menunda-nunda pelaksanaan ganti rugi yang sudah disepakati.

“Memang benar dipanen dan hasilnya sudah dijual kepada pihak luar, mereka akhirnya mendatangi kami dan mengajak kembali duduk satu meja,” ujarnya.
( Irhamudin – Koran Sindo )

—————————————–

Sumber : Sindonews

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s