Petani Empatlawang Minim Pengetahuan

TEBING TINGGI – Meskipun mayoritas masyarakat Empatlawang adalah petani dan menggantungkan hidup dari sektor pertanian, sistem dan pola yang digunakan masih tradisional.
Padahal, secara iklim dan topografi wilayah, rata-rata wilayah Empatlawang bisa dijadikan sebagai sentra pertanian.

Selain itu, pola tanam yang dan jenis tanaman yang dikelola masih monoton dan hanya mengandalkan pada jenis tanaman tertentu seperti kopi dan padi.

Ketua Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Empatlawang HA Fachruruzam mengatakan, dengan sistem dan pola tanam yang masih tradisional, sering kali petani di Empatlawang menjadi terjebak.
Apakah oleh harga atau oleh kondisi alam seperti kemarau panjang,sehingga saat itu terjadi tidak ada yang bisa dilakukan petani selain mengeluh. “Itu karena pengetahuan mereka tentang dunia pertanian sendiri masih minim dan pola yang diterapkan masih sistem turun-temurun,”ujarnya.

Dengan demikian, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dari pihak terkait, dalam hal ini para penyuluh pertanian dan perkebunan di Empatlawang.
Sebab, salah satu upaya untuk meningkatkan taraf hidup para petani tergantung dari pola hidup dan pemberdayaan para petani tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, mayoritas masyarakat Empatlawang menyandarkan hidup dari pertanian dan bercocok tanam. “Kalau polanya begini-begini terus jelas peningkatan tarap hidup akan sangat lambat dan cenderung stagnan,” katanya. Padahal, semakin lama jelas beban hidup akan semakin berat mengingat perkembangan dunia.
Jadi, jika tidak diimbangi, akan mengalami kesulitan.

Dia mengakui, peran dan fungsi petugas penyuluh pertanian di lapangan masih belum maksimal dan menyentuh ke petani. Pihaknya berharap pembinaan dan transfer ilmu dari para penyuluh tersebut lebih maksimal dan petani bisa menerapkan hal tersebut di lapangan.

Terpisah, Kabid Program pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) Empatlawang Tukimin mengungkapkan, jumlah penyuluh di Empatlawang saat ini memang sangat kurang.Untuk Kabupaten Empatlawang, total keseluruhan sebanyak 76 orang penyuluh. ( irhamudin )

——————————————-

Sumber : Koran Sindo

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s