Warga Kecewa Dengan Layanan PLN

TEBING TINGGI – Memasuki tahun 2013, warga Empatlawang merasa kecewa dengan pelayanan PT PLN yang memadamkan listrik setiap hari Padahal, masalah tersebut sudah berlangsung sangat lama, bahkan sebelum Empatlawang dimekarkan.Namun, pelayanan perusahaan negara tersebut tetap sama.

Seringnya byarpet dalam terjadi pemadaman listrik dalam waktu yang lama. Menurut Rusni,warga Tanjung Makmur,dia selaku pelanggan merasa heran dengan kondisi tersebut. Bahkan, semakin lama tagihan di rekening listrik mereka semakin sering mengalami pembengkakan. Saat melakukan protes, jawaban yang didapat juga tidak memuaskan. “Mestinya kalau sering padam tagihan turun,ini malah tambah naik,” tukasnya.
Menurutnya, mereka selaku masyarakat tidak banyak menuntut, hanya berharap pelayanan lebih dimaksimalkan. Sebab, warga di Empatlawang, khususnya di Tebing Tinggi, sudah sangat merindukan pelayanan PLN normal dan tidak ada pemadaman listrik dalam seharinya. “Bahkan, kami terkadang bertaruh, listrik mati nggak hari ini,” ungkapnya.

Senada, Wawan warga Talang Gunung, mengaku sangat kesal dengan pihak PLN.Sebab,saat mereka mengeluhkan masalah tersebut kepada pihak PLN, jawaban mereka sangat tidak memuaskan. Apalagi,saat mereka mengeluhkan banyaknya alat elektronik yang rusak. “Mereka bilang soal mati lampu karena kondisi alam, dan mereka cuma bilang kalau tidak mau rusak pakai saja stavolt,”tukasnya.

Bahkan, pihaknya pernah menanyakan persoalan tersebut kepada pihak kecamatan. Alasan pihak kecamatan karena Empatlawang, khususnya Tebing Tinggi, belum memiliki gardu induk (GI) sendiri dan warga diminta bersabar. Menurutnya, jawaban seperti itu tidak mereka harapkan.

Atas kondisi demikian,menurutnya, pihak PLN sebaiknya jangan dulu menaikkan tarif dasar listrik (TDL), khususnya di wilayah Empatlawang. Sebab, pelayanannya sangat tidak memuaskan. “Intinya begini, kalau ditanya apa yang menjadi ciri khas Empatlawang pasti banyak yang menjawab mati lampu,”tukasnya.

TUNGAKAN LISTRIK CAPAI Rp.3,40 MILIAR

Sementara itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) rayon Baturaja area Lahat hingga penutup tahun 2012 mencatatkan tunggakan pelanggan pembayaran rekening listrik mencapai Rp3,40 miliar.
Pelanggan yang menunggak mencapai sekitar 17.000 dari total 64.000 pelanggan di rayon Baturaja.

Kepala PT PLN Rayon Baturaja area Lahat Yeyen Muryono mengatakan, tunggakan pembayaran listrik didominasi pelanggan rumah tangga. Besarannya mencapai 50% dibandingkan lainnya. Lama tunggakan bisa mencapai 3–5 bulan.

Tunggakan pelanggan meleset dari yang dipatok, yaitu Rp600 juta. “Memang kalau dari pendapatan tahun 2012 kami berhasil melebihi target.Namun, untuk tunggakan tak sesuai dengan target sebelumnya, yakni terjadi peningkatan. Meski ada beberapa instansi seperti Pemkab yang sudah membayar tetap saja tunggakan masih tinggi. Untuk tunggakan memang banyak dari pelanggan rumah tangga,” ungkapnya. Yeyen menyampaikan,rata-rata pelanggan menunggak dua hingga lima bulan.Dengan perhitungan 21% pelanggan belum tertagih.Ini juga termasuk, dengan adanya pelanggan yang bongkar rampung atau berhenti langganan dengan jumlah 50 pelanggan. “Ini istilahnya bukan tekor, tapi tertunda. Otomatis, setoran BPJ kami tertunda sebesar kisaran Rp210 juta.Namun, setoran BPJ ke Pemda sudah melampaui target dari sebelumnya. Kami menargetkan sebesar Rp6 miliar,dan sekarang sudah melebihi itu,”ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Yeyen berharap pelanggan yang masih menunggak bisa segera melunasinya. Jika lebih dari tiga bulan, PLN bakal melakukan tindakan tegas dengan pemutusan jaringan.“Pelanggan bisa langsung membayar di loket PLN,bank,kantor pos,atau membayar ke petugas pencatat dan penagih langsung,” katanya.

Dia membeberkan,petugas di lapangan (pencatat dan penagih) bekerja sama dengan PT Graha Buana Lestari. Semua pegawai pencatat memakai baju seragam dan ID card. Serta ada surat tugas. “Jika mereka menagih, tapi tanpa seragam dan kelengkapan lain, sebaiknya tidak dihiraukan atau jangan dibayar,”ujarnya.

Yeyen juga menyebutkan, pendapatan PT PLN rayon Baturaja Area Lahat tahun 2012 mampu melampaui target. Capaiannya sebesar Rp149 miliar,sedangkan target yang ditentukan sebesar Rp130 miliar.“Alhamdulillah, meski tunggakan tidak sedikit, kita tetap bisa melebihi target. Jika dikalkulasikan,pendapatan per bulannya mencapai Rp12 miliar–Rp13 miliar,” ucapnya.

Sementara itu,Kepala Divisi Supervisor PT PLN rayon Baturaja area Lahat Dadang Kadarisman menambahkan,untuk menyerap tunggakan yang masih ada dan mengantisipasi tunggakan terjadi lagi,pihaknya tidak lupa menyosialisasikan kepada masyarakat agar membayar tepat waktu. ( irhamudin/ ibrahim arsyad )

——————————————-

sumber : Koran Sindo

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s