Peminat Minyak Tanah Masih Tinggi

TEBING TINGGI – Warga di Kabupaten Empatlawang saat ini masih banyak yang menggunakan minyak tanah, baik sebagai bahan bakar untuk memasak maupun penerangan dengan lampu teplok dan petromaks.

Hanya, saat ini pangkalan atau agen yang menjual minyak tanah tidak ada lagi yang beroperasi.Karena itu,penjual minyak tanah menawarkan minyak tanah kepada warga dengan menjajakan berkeliling.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, minyak tanahyang dijual kepada masyarakat berasal dari daerah Bengkulu dan dijual kepada masyarakat dengan harga kisaran Rp8.000–Rp9.000 per liter.
Seperti diungkapkan Deti, salah seorang iburumah tangga warga Desa Terusan Baru, KecamatanTebingTinggi. Meskipun saat ini elpiji sudah menjadi kebutuhan masyarakat untuk memasak, tidak sedikit warga yang masih mencari minyak tanah. Bahkan, hampir di tiap rumah di desa tersebut ada simpanan minyak tanah. “Ada yang untuk memasak dan ada yang digunakan untuk penerangan, khususnya saat mati lampu,”katanya.

Senada, Hanafiah, warga Desa Keban Jati, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), mengatakan, saat ini minyak tanah masih menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya di pedesaan. Sebab, tidak semua masyarakat di Empatlawang, khususnya di pedesaan,paham cara menggunakan kompor gas elpiji dan cenderung masih menggunakan kayu bakar. Jadi, kebutuhan akan minyak tanah jelas masih ada. “Kalau di desa rata-rata masih menggunakan kayu bakar, apalagi yang tinggal di talang-talang,”ujarnya.

Selain itu,menurutnya,kendala bagi warga yang tinggal di pedesaan adalah kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji karena minimnya pasokan dari agen-agen. Apalagi,untuk mendapatkan tabung gas 3 kg, warga harus menempuh jarak ke pengecer-pengecer yang ada. Hanya, sering stok di pengecer juga tidak tersedia. “Jadi untuk tabung gas memang belum menjadi kebutuhan, berbeda dengan minyak tanah yang memang dari dulu sudah diperlukan,”ungkapnya.

Hanya, kejadian meledaknya lampu teplok akibat yang diduga karena minyak tanah oplosan, menurutnya, tidak urung membuat masyarakat khawatir. Mereka juga tidak mengetahui dari mana sebenarnya minyak tanah tersebut berasal secara pasti.
Dari pengakuan pedagang minyak keliling, minyak tersebut didatangkan dari Bengkulu.

Bupati Empatlawang Budi Antoni Aljufri meminta dugan maraknya peredaran minyak tanah (mitan) oplosan di wilayah Empatlawang diselidiki.
Sebab, dari beberapa kejadian dan laporan yang diterimanya beberapa akhir ini,musibah, seperti meledaknya lampu teplok dan kebakaran rumah, diduga diakibatkan minyak tanah yang digunakan telah tercampur atau mitan oplosan. Untuk pangkalan minyak tanah, dia memastikan tidak ada lagi yang diizinkan di wilayah tersebut. ( Irhamudin – Koran Sindo )

——————————————

Sumber : Koran Sindo

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s