Kelompok Tani Dapat Bantuan

Tebing Tinggi-20150522-00443

Kepala DP3 Kabupaten Empat Lawang, Rudianto saat menyerahkan langsung bantuan ke Kelompok Tani (Koptan), Jum’at (22/5/2015)

Tebing Tinggi, Empat Lawang

Sejumlah Kelompok Tani (Koptan) di Kabupaten Empat Lawang menerima bantuan peralatan pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Jumat (22/5).

Bantuan yang diserahkan melalui Dinas Pertanian, Perternakan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Empat Lawang langsung ke Koptan yang mendapatkan bantuan sesuai dengan usulan mereka, yaitu 8 (Delapan) unit mesin pemotong langsung triser (combine harvester), Handtratcktor sebanyak 16 unit dan pompa air sebanyak 4 unit.

Kepala Dinas Pertanian, Perternakan, dan Perikanan (DP3) Empat Lawang, Rudianto di sela-sela pembagian bantuan menjelaskan jika bantuan tersebut bersifat hibah ke Koptan tersebar di 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Empat Lawang.

“Bantuan ini tersebar di 10 kecamatan yang ada. Ini berdasarkan usul mereka sebelumnya, setelah kita serahkan nanti akan ada pelatihan cara penggunaan peralatn tersebut sehingga peralatan itu dapat diperggunakan dan dirawat dengan benar,” kata Rudianto kepada beberapa orang awak media.

Dijelaskannya jika bantuan peralatan pertanian tersebut bertujuan untuk membantu dan meningkatkan program Upaya Khusus (Upsus) Pajale dari Kementerian Pertanian RI. Sehingga program tersebut dapat bermanfaat bagi peningkatan perekonomian Petani.

“Bantuan ini dalam rangka membantu meningkatkan program Upsus penanaman padi, jagung dan kedelai sehingga program ini benar-benar dapat mengangkat perekonomian masyarakat petani,” tandasnya.

Sementara itu, Supriadi (36) salahseorang Ketua Koptan asal Kecamatan Saling mengungkapkan jika pihaknya sangat berterimakasih dengan bantuan yang sudah didapatkan oleh Kelompok yang dipimpinnya. Apalagi bantuan yang diterima pihaknya kali ini adalah benar-benar sesuai keinginan kelompoknya seperti proposal usulan yang disampaikannya melalui pihak DP3 Kabupaten Empat Lawang.

“Saya sebagai wakil seluruh anggota Poktan di Kecamatan Saling, sangat berterima kasih kepada DP3 Empat Lawang yang telah bersusahpayah membawa proposal usulan kami ke Kemetrian, sehingga hari ini kami telah menerima bantuan peralatan pertanian yang selama ini sangat kami idam-idamkan,” ungkapnya. (HS-10)

______________

Sumber  :  Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Bupati Tinjau Sejumlah Proyek PUBM

T3

Bupati tinjau pemasangan Beton Precast Panel pada drainase kawasan pasar Tebing Tinggi.

Tebing Tinggi, Empat Lawang

Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Empat Lawang, H A Fauzi beserta rombongan meninjau sejumlah proyek pembangunan di bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, Kamis (21/5).

Diawali meninjau pembangunan pelebaran jalan kawasan Pasar Tebing Tinggi yang saat ini sedang dalam tahap pemasangan Beton Precast Panel pada drainase kawasan pasar Tebing Tinggi, HBA sempat menjelaskan tujuan pembokoran drainase lama dan mengganti dengan drainase baru yang menggunakan Beton Precast Panel kepada beberapa Wartawan yang ikut dalam peninjauan tersebut.

“Sekarang masih dalam tahap pemasangan saluran drainase baru. Nanti kabel-kabel akan diletakkan di bangunan drainase itu. Jadi selain mengatasi banjir, nantinya pemandangan kabel-kabel yang kerap tak beraturan tidak terlihat,” jelas HBA.

Usai meninjau pembangunan Drainase kawasan Pasar Tebing Tinggi itu, HBA bersama rombongan langsung meninjau pembangunan Jembatan yang menuju Pulo Emass yang saat ini dalam tahap pengerjaan tiang Jembatan.

Pada kesempatan itu, Bupati Empat Lawang mengatakan jika Ia sangat optimis jika pembangunan Jembatan menuju Pulo Emass akan tepat waktu, mengingat  saat ini pembangunan pondasi jembatan menuju Pulo Emass sudah terlihat bentuknya dan proses-proses pembangunan Jembatan itu sedang dikerjakan.

Menurutnya, setelah pembangunan Jembatan usai dikerjakan oleh pihak PUBM Empat Lawang, selanjutnya akan segera dilanjutkan pembangunan talud di pinggiran Sungai Musi. HBA juga berharap kedepan, jika masa kepemimpinannya habis, pembangunan Pulo Emass ini terus dilanjutkan oleh bupati selanjutnya.

“Bupati selanjutnya nanti harus meneruskan pembangunan ini,” kata HBA singkat.

Usai meninjau pembangunan Jembatan Pulo Emass, HBA berkesempatan juga meninjau lanjutan pembangunan Jalan Poros Tebing Tinggi – Pendopo atau jalan yang dikenal dengan nama Jalan Noerdin Panji  Km 19 Pendopo. Jalan penghubung Kota Tebing Tinggi dengan Kecamatan Pendopo itu ditargetkan rampung dalam tahun anggaran tahun depan.

Kepala Dinas PUBM Kabupaten Empat Lawang, H A Fauzi menjelaskan jika beberapa titik tebingan sudah dipangkas sehingga beberapa tebingan tidak lagi terlalu miring dan mudah dilewati oleh kendaraan jenis apapun.

“Lanjutan pembangunan Jalan Poros ini dari Km 19 sampai Km 18, dalam waktu seminggu selesai. Selain itu ada beberapa titik tebingan yang dipangkas sehingga tidak terlalu miring dan mudah dilewati,” ungkap H A Fauzi.

Dijelaskannya, titik 0 (Nol) KM-nya ada di Pendopo dan sekarang dalam tahap pengerjaan sepanjang 9 KM dengan total jalan sepanjang 28 KM. “Total Jalan Poros yakni 28 Km. Masih 9 Km lagi belum di aspal. Meski begini sekarang ini sudah bisa dilewati oleh kendaraan jenis apapun” pungkasnya. (HS-10)

_______________

Sumber  :  Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Gelar Perkemahan Untuk Mantapkan Mental

Jamran

Kawarcab Empat Lawang, Riyadi Sulaiman beserta Sekcam Tebing Tinggi, Umar Hasan sedang menyematkan tanda peserta Jamran. Foto dijepret Kamis (14/15).

Tebing Tinggi, Empat Lawang

Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Tebing Tinggi menggelar Perkemahan besar Penggalang dalam bentuk Jambore Ranting (Jamran).  Kegiatan yang dipusatkan dilapangan Kampung Sungaibrau Ilir Kelurahan Kelumpangjaya Kecamatan Tebing Tinggi itu, digelar sejak Kamis (14/5) hingga Sabtu (16/5).

Ketua Kwarran Tebing Tinggi, Abdul Rozi menjelaskan Jambore Ranting (Jamran) diikuti oleh Pramuka Penggalang dari Gugus Depan (Gudep) SD dan SMP sederajat se Kwarran Tebing Tinggi, masing – masing pangkalan Gudep mengirimkan 1 regu putra dan 1 regu putri dengan komposisi 10 orang setiap regu.

“Jamran diikuti 23 regu putra dan 24 regu putri se Kwarran Tebing Tinggi yang terdiri dari 17 gudep SD dan 7 gudep SMP sederajat,” kata Abdul Rozi disela-sela kegiatan Jamran.

Dikatakannya, kegiatan Jambore yang yang digelar dalam bentuk perkemahan diisi dengan kegiatan yang bersifat non lomba maupun perlombaan. Kegiatan tersebut antara lain kerohanian, Olahraga, bakti masyarakat dan persaudaraan.

“Kegiatan yang dilombakan antara lain penjelajahan, yel-yel, pentas seni, pertendaan, dan lain sebagainya,” ungkapnya seraya berharap, kegiatan Jambore dapat menanamkan kecintaan peserta didik pada kegiatan Pramuka dan membentuk karakter pemuda.

Sementara, Kakwaran Empat Lawang, Riyadi Sulaiman menjelaskan jika gerakan Pramuka lebih mengedepankan kegiatan di alam bebas dalam rangka pembentukan karakter peserta didiknya.

Pada kegiatan jambore lebih mengedepankan aspek sosial, sebab para peserta didik diharapkan dapat menambah kreatifitas dan memperbanyak perkenalan antar sesama penggalang sehingga timbul rasa persaudaraan yang kuat dan akan dibawa sampai selesainya kegiatan jambore tersebut.

“Saya berharap gerakan pramuka di Tebing Tinggi bisa terus menjadi gerakan pramuka yang terbaik sehingga bisa menjadi gerakan pramuka percontohan bagi kecamatan lainnya, untuk itu perlu kerjasama yang baik dari semua pihak untuk dapat ,membimbing siwa siswi penerus gerakan pramuka di kabupaten Empat Lawang,” cetusnya (HS-10)

_____________

Sumber  :  Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Truk Elpiji Terguling

IMG-20150517-00280

Kondisi truk Tangki bernomor polisi (Nopol) BE 9860 DP yang dikemudikan Mahmudin (47) warga Palembang yang terguling di Kawasan Simpang Macang, Desa Muara Saling Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang. Foto diabadikan Minggu (17/5/2015).

Saling, Empat Lawang

Truk tangki bermuatan 13 ton bahan bakar gas (BBG) dari Palembang menuju Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Muara Beliti Kabupaten Musirawas terguling di Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum), memasuki kawasan Simpang Macang, Desa Muara Saling Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang, Sabtu (16/5) sekitar pukul 20.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa pada lakalantas tunggal ini, sementara sopir beserta kernetnya dalam keadaan selamat, namun kendaraan mengalami ringsek berat, hingga Minggu (17/5) truk tangki belum dievakuasi.

Informasi di lapangan menyebutkan jika truk Tangki bernomor polisi (Nopol) BE 9860 DP yang dikemudikan Mahmudin (47) warga Palembang ini diduga mengalami rem blong. Akibatnya saat melintas di lokasi kejadian yang kondisi jalan yang menikung tajam, truk  ini tidak bisa dikendalikan lagi hingga terguling.

“Ini kejadiannya semalam sekitar jam delapan, katanya sih akibat rem blong, untung kondisi jalan saat kejadian lagi sepi” kata Arfan (40) salahseorang warga sekitar.

Sementara Mahmudin supir truk membenarkan jika kondisi truk saat kejadian mengalami rem blong dan ketika melalui tempat kejadian kondisi truk tidak dapat terkendali lagi hingga mengalami naas.

“Syukurlah kita tidak mengalami cedera sedikitpun, kejadiannya sendiri sekitar pukul delapan malam. Sebelumnya tidak ada yang dihindari, tapi ini rem yang blong dan truk tak bisa diperlambat hingga tak terkendali dan terguling,” ungkap Mahmudin.

Dikatakannya, hingga saat ini Ia bersama kernetnya masih menunggu evakuasi tangki di lokasi. Bahkan Ia terpaksa bermalam di lokasi kejadian karena khawatir jika ada masyarakat sekitar mendekat meski diyakininya kondisi tangki tidak mengalami kebocoran dan relatif aman. “Kondisi tangki relatif aman, meski begitu kita khawatir takutnya masyarakat yang tidak faham mendekati truk,” jelasnya.

Terpisah Kepala Dishubkominfo Empat Lawang H Choiri Badri melalui Kabid Perhubungan Hasnanudin ketika dikonfirmasi, belum mengetahui adanya truk tangki LPG yang mengalami kecelakaan di Simpang Macang, Kecamatan Saling. “Belum, belum ada laporan yang masuk jika ada truk yang terguling di sana. Nanti kita perintahkan anggota kita untuk cek ke lokasi,” tukasnya. (HS-10)

______________

Sumber  :  Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Kawasan Batubodoh Diklaim 3 Kelurahan

grafismetro

Ilustrasi

Tebing Tinggi, Empat Lawang

Lokasi dimana berdirinya tambang galian C (Kuari) yang diduga belum mengantongi izin dari pemerintah setempat (ilegal) di kawasan Batu Bodoh di wilayah perbatasan Kelurahan Kelumpangjaya dengan Kelurahan Tanjungmakmur yang sempat diberitakan beberapa waktu lalu, warga kedua kelurahan tersebut saling klaim sebagai wilayah kelurahannya.

Tidak hanya warga di kedua kelurahan tersebut saling klaim, belakangan Kelurahan Pasar Tebing Tinggi juga ikut mengklaim sebagai wilayah admistratif mereka.

Lurah Tanjungmakmur Kecamatan Tebing Tinggi, Eman Sulaiman mengakui adanya saling klaim oleh warga ketiga Kelurahan
dalam wilayah Kecamatan Tebing Tinggi tersebut, namun karena Ia sekarang ini menjabat sebagai Lurah di wilayah Kelurahan Tanjungmakmur, Ia akan memperjuangankan aspirasi warga yang Ia pimpin. “Ada yang bilang kawasan batu bodoh masuk wilayah Tanjungmakmur, ada juga yang bilang itu wilayah Kelurahan Kelumpangjaya bahkan akhir-akhir ini juga terdengar kabar jika itu juga diklaim sebagai  wilayah Kelurahan Pasar Tebing Tinggi. Yang jelas kami punya bukti otentik jika wilayah itu pernah diurus warga kami secara admistratif dan itu tidak ada sanggahan. Baru ketika adanya galian C ilegal itulah muncul klaim kelurahan tetangga,” ungkap Eman.

Hal itu juga dibenarkan oleh Sekretaris Kelurahan (Seklur) Tanjungmakmur, Damiri menegaskan jika tetua (tokoh) masyarakat Kelurahan Tanjungmakmur siap dikonfrotir dengan siapapun untuk menegaskan jika wilayah tersebut memang benar wilayahnya. “Tokoh masyarakat kami siap menegaskan (dikonfrotir-red) kepada siapapun jika itu benar wilayah kami berdasarkan sejarah dan bukti surat-menyurat yang ada,” kata Damiri.

Sementara itu di lain pihak, Tokoh Masyarakat Kelurahan Kelumpangjaya, Bastomi (82) menegaskan jika wilayah kawasan batu bodoh berdasarkan sejarah terbentuknya Desa Lubukkelumpang dan sejarah terbentuknya Desa Tanjungmakmur sudah jelas adalah wilayah Kelurahan Kelumpangjaya dan bukan wilayah Tanjungmakmur apalagi jika Kelurahan Pasar Tebing Tinggi juga ikut mengklaim sangatlah lucu kedengarannya, sebab secara admistratif dari Desa Lubukkelumpang sebelum dimekarkan menjadi Kelumpangjaya, tidak pernah ada perbatasan langsung di Sungai Musi dengan Kelurahan Pasar Tebing Tinggi. “Jika saya tegaskan itu bukan wilayah Kelurahan Tanjungmakmur, apalagi Kelurahan Pasar Tebing Tinggi sangatlah jauh panggang dengan api,” ketusnya.

Dikatakannya, jika sebelum tahun 60an, belum ada desa Tanjungmakmur. Saat itu adanya gerombolan (Pemberontak) yang menguasai daerah hulu Sungai Musi. Karena takut dengan banyaknya gerombolan itulah eksodus warga di hulu Sungai mengungsi ke Tebing Tinggi.

“Mereka datang dari berbagai desa di daerah hulu. Atas kebijakan Pasirah waktu itu diberikanlah nanjungan (tanjung) itu sebagai tempat pengungsian. Karena memang mereka tidak punya tanah untuk bertani, rata-rata mereka bekerja sebagai kuli pasar, makanya saat itu nanjungan tempat mereka tinggal itu disebut Talang Gancu yang sesuai dengan rata-rata pekerjaan penduduk disitu, hingga akhirnya berubah nama menjadi Nanjungan Makmur atau Tanjungmakmur,” jelasnya.

Sebelumnya, Camat Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Rahmad Riandy melalui Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Umar Hasan menegaskan, jika Pemkab Empat Lawang yang langsung memerintahkan pihaknya untuk segera memanggil pihak pengusaha tambang yang sudah menggunakan alat berat tersebut untuk mengklarifikasi sejauh mana izin operasional tambang material Galian C (Kuari) di kawasan Batu Bodoh di wilayah perbatasan Kelurahan Kelumpangjaya dengan Kelurahan Tanjungmakmur tersebut.

“Kita akan panggil terlebih dahulu pihak perusahaan untuk mengetahui sejauh mana izin operasionalnya. Nanti akan berkoordinasi dengan pihak Lurah sesuai dengan intruksi dari Pemkab Empat Lawang, dari hasil pendataan kita itu masih masuk Kelurahan Pasar Tebingtinggi,” ungkap Umar. (HS-10)

_________________

Sumber  :  Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Rumah Milik Suria Habis Terbakar

  • Kebakaran Di Desa Kembahang Baru
Talang Padang 1-20150513-00232

Kondisi rumah milik Suria (60), warga Kembahangbaru Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang, setelah habis dilahap si Jago Merah, Rabu (13/5/2015) sekitar pukul 12.30.

Talang Padang, Empat Lawang

Jika sebelumnya kebakaran rumah terjadi di Muara Pinang Empat Lawang yang menghanguskan 21 rumah milik warga. Menyusul kejadian yang sama, Rabu (13/5/2015) sekitar pukul 12.30, tiga rumah di Desa Kembahang Baru, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan terbakar. Belum diketahui apa penyebab kebekarakn tersebut. Beruntung, insiden yang cukup menghenyakan warga tersebut tidak menelan korban jiwa. Namun ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, api berasal dari rumah Suria (60) yang saat kejadian pemilik rumah sedang pergi ke kebun, didalam rumah terdapat bocah kecil, Fajri (3), yang sedang tertidur pulas. Ketika api sudah membumbung tinggi, beruntung para warga sudah melihatnya, alhasil, bocah lugu berkulit putih itu pun berhasil diselamatkan para warga.

Selanjutnya, Si jago merah pun melalap habis rumah semi permanen dua tingkat tersebut. Api juga menyambar ke rumah di sisi kanan dan kirinya, yakni milik Iskandar dan Zamzami yang juga berupa semi permanen dua tingkat. Akibatnya, rumah milik Suria ludes terbakar, sementar milik Zamzami dan Iskandar mengalami rusak berat.

Menurut sejumlah saksi mata menerangkan, api terlihat membumbung besar dari kamar bagian belakang milik Suria. Api pun menyambar ke bagian rumah lainnya, serta menyambar ke rumah yang berada di sisi kiri dan kanannya.

“Kami melihat api sudah membumbung besar dari bagian kamar belakang lalu menyambar bagian rumah lainnya. Beruntung saat kejadian angin tak bertiup kencang, sehingga tidak cepat menjalar,” ungkap Wida (33), salah seorang saksi mata yang saat kejadian sedang duduk di depan rumah korban.

Kades Talang Padang, Nasution menuturkan, api berhasil dipadamkan setelah warga bahu membahu melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. “Warga langsung bergegas memadamkan api, ada yang menggunakan ember, bahkan menggunakan pompa air. Alhamdulillah, kurang lebih selama satu jam api berhasil dipadamkan,” paparnya

Selang berapa menit usai api sudah ditaklukan, mobil Pemadam Kebakaran Pemkab Empat Lawang baru tiba dilokasi, tanpa basa-basi, tim langsung melakukan finishing.

Kapolsek Talang Padang, Ipda Hariyanto mengatakan, api dapat dipadamkan sekitar satu jam, sebelum dua unit armada PBK tiba di lokasi. Pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran dan jumlah kerugiannya.

“Penyebabnya belum bisa dipastikan, namun kuat dugaan karena adanya konsleting listrik. Jumlah kerugian juga belum bisa dirincikan, karena masih kita data, namun dilihat dari rumah saja kerugian sudah mencapai ratusan juta,” pungkasnya. (021)

__________________

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Aktivitas Galian C Ilegal, Resahkan Warga

Tebing Tinggi-20150511-00206

Alat berat jenis Ekskavator sedang melakukan pengerukan material galian C di kawasan hilir Pulo Emass wilayah perbatasan Kelurahan Kelumpangjaya dengan Kelurahan Tanjungmakmur Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Foto diabadikan Senin (11/5).

Tebing Tinggi, Empat Lawang

Warga Kelurahan Kelumpangjaya Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang mempertanyakan kegiatan penambangan galian Golongan C (Kuari) yang berada di Sungai Musi  wilayah perbatasan antara Kelurahan Tanjungmakmur dengan Kelurahan Kelumpangjaya yang diduga ilegal. Mereka yang rata-rata memiliki areal perkebunan di sepanjang daerah aliran sugai (DAS) sekitar penambangan tersebut khawatir dengan kegiatan penambangan tersebut dapat membuat abrasi areal perkebunan bahkan dapat mengancam keberadaan Pulo Emass yang akan segera dibuat sentra perekonomian dan budaya oleh Pemkab Empat Lawang, karena lokasi penambangan yang persis berada di hilir Pulo Emass.

A Gani (52) salahseorang warga Kelurahan Kelumpangjaya kepada Harian Silampari, Senin (11/5) mengatakan jika warga yang memiliki perkebunan di areal kegiatan penambangan itu belakangan sangat resah dengan kegiatan penambang tersebut karena sudah mulai menggunakan alat berat jenis Becko. Mereka mengancam akan mendemo Pemkab Empat Lawang dan pihak perusahaan galian c tersebut jika eksplorasi tidak segera dihentikan.

“Kami yang memiliki areal perkebunan di sekitar sini sangat resah dengan kegiatan Kuari di kawasan ini, apalagi mereka sudah menggunakan alat berat, hal ini dapat membuat abrasi tanah di pinggir aliran sungai, termasuk Pulo Emass itu juga terancam abrasi. Jika kegiatan penambangan itu terus dilanjutkan kami akan demo Pemkab dan Perusahaan itu,” tegas Gani.

Sementara itu, Lurah Kelumpangjaya, Khairil Anuar ketika dikonfirmasi melalui seluler mengaku belum tahu tentang adanya kegiatan penambangan galian c yang berada di hilir Pulo Emass tersebut. Jika benar itu di wilayah Kelurahan Kelumpangjaya, pihaknya memintah pemilik Kuari segera menghentikan kegiatan penambangan sampai ada izin dari pihak yang berwenang.

“Saya tidak tahu jika ada kegiatan penambangan galian c di lokasi yang dimaksud. Yang saya tahu yang ada itu cuma di dusun Gaung dan stones croser Talang 12, jika itu benar adanya kegiatan penambangan lainnya bearti ilegal,” tegasnya.

Senada dengan itu, Lurah Tanjungmakmur, Eman Sulaiman mengaku belum menerima laporan kegiatan penambangan di kawasan hilir Pulo Emass. Karena banyak warganya yang juga memiliki perkebunan di kawasan tersebut karena itu pihaknya memintah pemilik Kuari segera melaporkan kegiatan penambangan tersebut.

“Ada yang bilang itu wilayah Tanjungmakmur, ada juga yang bilang itu wilayah Kelurahan Kelumpangjaya. Yang jelasnya itu di wilayah perbatasan antara Kelumpangjaya dengan Tanjungmakmur, seharusnya mereka izin dulu sebelum melakukan kegiatan penambangan, karena kegiatan penambangan pasti berdampak pada lingkungan,” sesalnya.

Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Empat Lawang, Darno Bakar melalui Kabid Amdal dan Tata Lingkungan, Iskandar M menegaskan jika kegiatan penambangan galian c di hilir Pulo Emass hingga saat ini dipastikannya dokumen pengurusan izin upaya pengelolaan lingkungan (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan (UPL) nya belum masuk ke BLHD Empat Lawang bahkan pihaknya berencana dalam waktu dekat akan segera meninjau Kuari tersebut jika benar sudah melakukan kegiatan penambangan.

“Saya pastikan belum ada berkas pengurusan UKL dan UPL masuk ke kami terkait kegiatan penambangan di wilayah yang dimaksud. Jika benar mereka sudah melakukan kegiatan penambangan dalam waktu dekat Kami akan tinjau ke lokasi, apabila ada pelanggaran kami tidak segan-segan merekomendasikan kepada pihak terkait untuk menutup kegiatan Kuari tersebut,” tegas Iskandar M. (HS-10)

__________

Sumber  :  Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar