Kurang Dikenal Karena Lokasinya Terisolir

Melihat Kawasan Pulau Tujuh

Tebing Tinggi-20150624-01302

Aparat dari Polres Empat Lawang bersama dengan Sekcam Tebing Tinggi, Umar Hasan saat berada di kawasan Pulau Tujuh.

Sebelumnya, sebagian besar masyarakat Empat Lawang belum mendengar tentang adanya keberadaan Pulau Tujuh di Kawasan Desa Sugiwaras Kecamatan Tebing Tinggi, namun nama Pulau Tujuh mulai dikenal lantaran adanya tambang galian C yang beraktivitas secara ilegal di kawasan tersebut. Terlrepas dari itu semua, ternyata Pulau Tujuh terpendam pesona yang belum terungkap. Berikut laporannya.

Pulau Tujuh adalah tujuh pulau yang berada di tengah aliran Sungai Musi di wilayah desa Sugiwaras kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Antara pulau satu sama lainya berdekatan sehingga masyarakat menyebutnya Pulau Tujuh.

Awalnya, wartawan media ini mendapatkan informasi adanya keluhan warga desa yang memiliki perkebunan di kawasan tersebut tentang adanya pengerukan material galian C yang mengancam keberadaan Pulau Tujuh. Mereka khawatir jika aktivitas pertambangan tersebut dapat membuat tanah di kawasan pulau tujuh tergerus oleh air (abrasi) akibat dampak pertambangan tersebut.

Pada perjalanan menuju Pulau Tujuh harus kami tempuh dengan perjalanan darat sekitar 45 menit dari Tebing Tinggi Ibukota Empat Lawang menuju Desa Sugiwaras. Perjalanan selanjutnya menggunakan perahu sampan bermesin atau masyarakat umum menyebutnya getek atau ketek menyelusuri kearah hulu Sungai Musi sekitar 30 menit hingga akhirnya tiba di lokasi.

Di sepanjang jalan menggunakan getek, kami disuguhi oleh pemandangan alam yang masih asri, termasuk aliran sungai yang tidak terlalu deras cukuplah membuat kami tidak terlalu khawatir jika nantinya perahu getek ini karam atau terbalik lantaran tak mampu menampung muatan tak sulit bagi kami mencapai daratan dengan berenang.

Perjalanan yang cukup jauh kami tempuh ini ternyata tidaklah sia-sia. Di sepanjang perjalanan menggunakan getek ini tampak pemandangan cukup membuat decak kagum, tampak aliran sungai musi yang membelah pulau-pulau tentu membuat pesona bagi yang memandangnya. Terbersit di pikiran, alangkah indahnya kawasan ini jika dikelola dan dijadikan kawasan wisata, tentunya dengan profesional, bukan seperti saat ini dikeruk materialnya secara membabi buta.

“Kawasan ini dinamakan Pulau Tujuh, karena memang pulau yang ada di kawasan ini jumlahnya tujuh buah, semuanya dikelola oleh masyarakat setempat dijadikan kebun atau berladang,” terang Awal (40) sang pengemudi perahu getek menerangkan.

Dikatakannya, meski kawasan ini sangat bagus untuk dijadikan tempat wisata, namun karena masih terisolir banyak masyarakat belum menyadari keberadaan Pulau Tujuh, sehingga nama Pulau Tujuh tidaklah sefamiliar terdengar Pulau Emas atau Pulo Emass yang saat ini sedang digarap oleh Pemkab Empat Lawang untuk dijadikan sentra ekonomi dan pariwisata. “Kalau dibandingkan Pulau Emas, tentu jauh lebih bagus Pulau Tujuh, namun karena tempatnya jauh, tak banyak orang mendengar nama Pulau Tujuh,” imbuhnya.

Sementara Imron, salahseorang Petani yang mendiami salahsatu pulau di kawasan itu mengaku jika Ia sudah lama membuka kebun di kawasan Pulau Tujuh. Selain tanahnya yang sangat subur, kawasan ini Ia miliki secara turun temurun dari nenek/kakek nya.

“Makanya, ketika ada aktivita pengerukan material golongan C di kawasan ini, saya rela mati untuk mempertahankannya, karena inilah warisan dari kakek nenek kami,” tegasnya.

Kawasan pulau tujuh ini cetus Imron para pemiliknya adalah masih terbilang keluarga dekat, oleh karena itulah, jika ada permasalahan yang mengancam keberadaan pulau, mereka cepat bertindak bersama. “Ada sekitar 40 KK pemilik kebun di kawasan pulau tujuh ini, satu sama lain masih tergolong kerabat. Kami sudah bersumpah untuk mempertahankan keberadaan pulau tujuh ini, karena di sinilah tempat kami memncari nafkah,” ungkapnya. (**)

__________________

Sumber  :  Harian Silampari

Dipublikasi di Cerito Kite | Tinggalkan komentar

Pelantikan Pilkades Berlangsung Khidmad

HBA Saat melantik-kd2PELANTIKAN 101 Kades terpilih produk Pilkades sistem e-Voting serentak pertama di Indonesia langsung oleh Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri SE, MM (HBA) Rabu (17/6/) di Gedung Serbaguna (GSG) Pemkab Empat Lawang berlangsung khidmad.

Acara pelantikan yang dimulai pada pukul 9.00 WIB ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah, Kapolres Empat Lawang Rantau Isnur Eka SIK, Sekda Empat Lawang H Burhansyah beserta jajaran dan ribuan orang undangan lainnya berjalan tertib tanpa ada halangan yang berarti.pengambilan sumpah jabatan-kd6

Dalam laporannya, Kepala BPMPD Empat Lawang, Drs M Azhari MM mengatakan jika pelantikan 101 orang Kades terpilih hasil dari pelaksanaan Pilkades yang menggunakan sistem e-Voting secara serentak ini sudah sesuai dengan UU nomor 6 tentang Desa, PP nomor 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU nomor 6 tahun 2014, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 112 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa, UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Perda Empat Lawang No 2 Tahun 2015 tentang Pilkades sistem e-Voting.

“Dengan mengacu peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, pada hari ini (kemarin, red) 101 Calon Kades terpilih segera dilantik,” kata M Azhari.

HBA menyalami kades usai pelntikan-kd3Pada kesempatan itu juga, M Azhari mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Pilkades sistem e-Voting serentak yang pertama dilakukan di Indonesia tersebut. “Hari ini kita akan melantik Kades terpilih sebanyak 101 orang. Pada kesempatan ini saya mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak keamanan, Pihak SKPD, Tim Tekhnis, Tim Pemantau, pihak Kecamatan dan semua pihak yang telah membantu atas kesuksesan Pilkades ini,” ungkapnya.

Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri SE, MM (HBA) dalam sambutannya mengatakan jika pembangunan di Kabupaten Empat Lawang saat ini bertumpu pada 101 Kades yang dilantik pada hari ini. Untuk itu Dia meminta agar Kades adalah orang yang benar-benar siap bekerja untuk menyukseskan pembangunan Empat Lawang Emass nan Gemilang sehingga cita-cita bersama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Empat Lawang dapat cepat terwujud.HBA menyampaikan sambutannya-kd4

“Saya percaya jika Kades yang dilantik hari ini adalah orang yang siap bekerja, bekerja dan bekerja, sehingga apa yang dicita-citakan mewujudkan kemakmuran masyarakat cepat terlaksana,” kata HBA.

Dikatakannya, pelantikan 101 orang Kades terpilih hasil dari Pilkades yang menggunakan sistem e-Voting ini adalah yang terbanyak dan pertama dilakukan di Indonesia. Untuk itu sebagai masyarakat Kabupaten Empat Lawang tentunya patut berbangga karena Empat Lawang sudah mampu menjadi pilot projeck pelaksanaan Pilkades serentak yang menggunakan sistem e-Voting.

“Insyaallah pelantikan Kades pada hari ini dan Pilkades pada waktu sebelumnya adalah terbanyak, terbesar dan pertama yang menggunakan sistem e-Voting yang pernah dilakukan di Indonesia,” sebutnya.

tamu undangan memadati gsg-kd1Untuk diketahui, pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan sistem e-Voting serentak gelombang I di Kabupaten Empat Lawang yang dimulai 25 mei hingga 3 Juni 2015 yang juga pelaksanaan Pilkades sistem e-Voting yang dilakukan dalam satu wilayah Kabupaten/Kota secara serentak pertama di Indonesia.

Pilkades di 101 desa dalam wilayah Kabupaten Empat Lawang, dibagi dalam 5 (lima) wilayah pilihan yakni, wilayah pilihan I Kecamatan Muara Pinang dan Lintang Kanan, wilayah pilihan II Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) dan Ulu Musi, wilayah pilihan III Kecamatan Sikap Dalam dan Pendopo Barat, wilayah pilihan IV Kecamatan Pendopo dan Talang Padang, serta wilayah V Kecamatan Tebing Tinggi dan Saling. (ADV/Harian Silampari)

DAFTAR NAMA-NAMA CALON KEPALA DESA TERPILIH 

PILKADES SERENTAK SISTEM E VOTING

KABUPATEN EMPAT LAWANG, GELOMBANG I TAHUN 2015

I. KECAMATAN TEBING TINGGI

1. ULAK MENGKUDU – ISKANDAR LUKTI

2. AUR GADING – ISKANDAR

3. TERUSAN BARU – ALEK DEKA SAPUTRA

4. RANTAU TENANG – RUDI HARTONO

5. UJUNG ALIH – ELPI SAMSI

6. KOTA DAGING – MULYADI

7. BATU RAJA LAMA – EDY BAHADAL

8. BATU RAJA BARU – HENDRA

9. SUGIWARAS – AHMAD NASPONI AIDI

10. LUBUK GELANGGANG – MUHAMMAD RUSTAM

11. TANJUNG KUPANG BARU – KURINI

12. BATU PANCE – SUPARJO

II. KECAMATAN SALING

1. TANJUNG NING TENGAH – BASTIAR

2. TABA – JUARIA

3. TANJUNG NING LAMA – HAMKA

4. SAWAH – HERHARIZAL

5. MUARA SALING – ARIEF BUDIMAN

6. LUBUK KELUMPANG – ARWANDI

III. KECAMATAN TALANG PADANG

1. ULAK DABUK – KASMIR

2. REMANTAI – FAUZI

3. KEMBAHANG BARU – NUR HASANAH

4. TALANG PADANG – ALI MURTOPO

5. MACANG MANIS – YUYUN NOPRIANTI

6. PADANG TITIRAN – MAKHDANI

7. KARANG ARE – MEDIAN SAPUTRA

IV. KECAMATAN PENDOPO

1. NANJUNGAN – M. NAZIR

2. LUBUK LAYANG – NETI YUNITA

3. BANDAR AGUNG – BAMBANG UTOYO

4. JARAKAN – TIBRONI

5. GUNUNG MERAKSA BARU – AMRULLAH HARIM

6. MANGGILAN – TARMIZI

7. GUNUNG MERAKSA LAMA – UBAIDILLAH DALIL

8. MUARA KARANG – SUDIRMAN

9. SARANG BULAN – MUKROBIN

10. TANJUNG BARU – JAMIL AZHARI

11. BATU CAWANG -TABRIT

V. KECAMATAN SIKAP DALAM

1. PUNTANG – RUDI ASAWAN

2. BANDAR AJI – YULISDA

3. PADU RAKSA – ALEXANDER HEX

4. KARANG DAPO BARU – TASIMUL QOLBI

5. KARANG DAPO LAMA – PAUSU

6. TANGGA RASA – SARGANI

7. TAPA LAMA – TARMIZI

8. TAPA BARU – ASONI

9. MARTAPURA – SUPRI HARTONO

10. KARANG ANYAR – ABDUL MUMID

VI. KECAMATAN PENDOPO BARAT

1. KUNGKILAN – WIDODO BUDIARMO

2. MUARA LINTANG BARU – LUTPAN BUDI PURNOMO

3. RANTAU DODOR – IRA PUSTIKA

4. PADANG BINDU – HERIADI, SE

5. AIR KANDIS – ZANTRI ALAM

6. TEBAT PAYANG – ISMAIL

7. TANJUNG RAYA – M. GANDA JABATULLLAH

8. KARANG CAYA – FIRMAN

VII. KECAMATAN ULU MUSI

1. MUARA BETUNG – KAUSAR

2. SIMPANG PERIGI – DEKKI SUARNO

3. PULAU KEMANG – SISWOYO

4. LUBUK PUDING BARU – GUNAWAN

5. LUBUK PUDING LAMA – JON HERI, SE

6. BATU BIDUNG – MUSTADI

7. KUNDURAN – JUANDA

8. AIR KELINSAR – KAMIDI EDY SAPUTRO

9. TANJUNG AGUNG – Drs. SURATNO

10. GALANG – ERLAN ANTONI

11. BATU LINTANG – BARLIAN

12. MUARA KALANGAN – H. FAUZI

VIII. KECAMATAN PASEMAH AIR KERUH

1. TALANG PADANG – SAMAUDIN

2. PENANTIAN – ROBINSON

3. PAGAR JATI – BURHAN

4. LAWANG AGUNG – DARMAWAN

5. KEBAN JATI – ABU BAKAR SIDIK

6. TALANG RANDAI – SAMSUDIN

7. PADANG BINDU – AGUSMAN JAYA

8. MUARA AMAN – SYAMSUL SUKARDI

9. PADANG GELAI – SUGIAN SIWANG

XI. KECAMATAN LINTANG KANAN

1. TANJUNG JATI – SAMSUL

2. PAGAR JATI – ARZAN

3. NIBUNG – YOYON ROSPANDI

4. BATU AMPAR – HONERI LION

5. KARANG TANDING – ANTON, SE

6. RANTAU ALIH – RIATUL

7. TANJUNG ALAM – JHON KANEDI

8. BABATAN – RUDI HARTONO

9. MUARA DANAU – ABDULAH MARWAZI

10. LUBUK PAYANG – ABDUL TORIS

X. KECAMATAN MUARA PINANG

1. SELEMAN ILIR – EDI SUGIANTO, SE

2. MUARA TIMBUK – JAKA HARTONO

3. BATU GALANG – ALI WARDANA

4. TALANG BENTENG – MEDI KASTARI

5. MUARA SEMAH – FIRLAN

6. NIUR – EM. FITRI JUNAIDI

7. PAJAR MENANG – MESTA MORGAN, SE

8. TANJUNG TAWANG – JULIAN HENDRI

9. MUARA PINANG LAMA – SISWO PRANOTO

10. SAPA PANJANG – MAILAN

11. TALANG BARU – PENI PERONIKA

12. TANJUNG KURUNG – ERLAN

13. BELIMBING – TASLIM

14. PADANG BURNAI – RADEN NAJAMUDIN, SE

15. SUKADANA – FAUZI

16. SAWAH – AHMAD TABRANI

Sumber  : Panitia Pilkades Srentak Kabupaten Empat Lawang 2015

__________________

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Quari Kawasan Pulau Tujuh Dipertanyakan

Tebing Tinggi-20150613-01035

Quari di Kawasan Pulau Tujuh Desa Sugiwaras Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, terlihat sudah menggunakan alat berat jenis Eksavator. Hal ini mengancam keberadaan Kawasan Pulau Tujuh. Foto diabadikan Sabtu (23/6/2015).

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Puluhan orang Petani yang membuka lahan perkebunan di kawasan Pulau Tujuh, Desa Sugiwaras Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang untuk menertibkan Tambang Galian C (Quari) di kawasan itu. Pasalnya aktivitas Quari yang sudah beroprasi selama kurang lebih 1 bulan itu mengancam keberadaan pulau-pulau yang sudah turun temurun dijadikan perkebunan warga. Mereka khawatir jika terjadi abrasi pada tujuh pulau yang ada di kawasan itu akibat pengerukan material galian c yang sudah menggunakan alat berat jenis eksavator.

Pantauan sejumlah Wartawan, Sabtu (13/6/2015) di lokasi, terlihat satu unit Eksavator sedang terparkir di kawasan Quari tersebut. Sementara 2 orang yang diyakini adalah karyawan sedang duduk santai, sementara material galian C menumpuk di pinggir Sungai Musi . “Saya hanya penjaga di sini sedangkan teman saya ini adalah operator becko, jadi kami tidak tau menau tentang soal ada izin atau tidaknya,” ungkap salahseorang Karyawan quari yang tidak mau menyebutkan namanya dan diiyakan oleh temannya dengan isyarat aggukan kepala.

Dari informasi yang dihimpin menyebutkan jika Quari ini merupakan pindahan aktivitas Quari yang ada di Dusun Lawangagung Desa Tanjungkupang Baru Kecamatan Tebing Tinggi karena di kawasan itu akses jalan keluar masuk kendaraan sudah ditutup oleh pemilik tanah, sehingga aktivitas Quari dipindahkan ke kawasan Pulau Tujuh Desa Sugiwaras.

“Kami meminta pihak Pemkab Empat Lawang untuk menertibkan quari itu, jika memang sudah berizin mohon kiranya untuk ditinjau ulang dan jika belum ada izin segera dibawa ke ranah hukum karena aktivitas mereka sudah merusak lingkungan,” ucap Imron salahseorang Petani yang mendiami kawasan Pulau Tujuh.

Dikatakannya, keberadaan pulau-pulau yang ada di kawasaan itu sangat berarti bagi dirinya dan lebih kurang 40 orang petani lain, sebab tanah di kepulauan di tengah perairan sungai musi itu adalah tempat berkebun untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. “Jika ini habis tergerus sungai dampak dari quari itu bagaimana lagi kami berkebun sebab ini adalah satu-satunya kebun yang kami punya,” ungkapnya.

Lanjutnya, jika kawasan itu diyakininya adalah wilayah Desa Sugiwaras, sementara Ia pernah bertanya kepada Kades Sugiwaras jika Quari di kawasan Pulau Tujuh belum ada izinnya.

“Mereka (pemilik quari) sering berkata kepada kami jika mereka sudah mengantongi izin Bupati. Kalau izinnya dari Desa Tanjungkupang Baru, bearti ada yang salah sebab ini adalah wilayah Desa Sugiwaras. Saya pernah bertanya pada Pak Kades jika izin pemdesnya belum ada,” imbuhnya.

Dijumpai terpisah, Camat Tebing Tinggi Rahmad Riyandi melalui Sekretaris Kecamatan, Umar Hasan mengaku belum tau persis dengan Quari di Kawasan Pulau Tujuh. Pihaknya kata Umar akan berkoordinasi dengan pihak Dishutbuntamben untuk mengetahui jelas status Quari yang dimaksud, untuk itu pihaknya meminta kepada Masyarakat agar selalu menjaga kondusifitas agar permasalahan dapat cepat menemui jalan tengah.

“Kita koordinasikan dulu dengan pihak Dishutbuntamben, bagaimana status Quari yang dimaksud. kalaupun ada izin, saya sangat menyesalkan pihak Quari yang tidak memberikan arsip izin mereka kepada pihak Kecamatan, sehingga pihak kami tidak mengetahuinya,” terang Umar.

Kepala Dinas Kehutanan, Perkebunan, Pertambangan dan Energi (Hutbuntamben) Empat Lawang, Susyanto Tunut ketika dikonfirmasi via handphonenya, Minggu (14/6/2015) mengatakan, tidak dibenarkan pengusaha penambangan melakukan aktivitas pengerukan material golongan C yang melampaui batas izin operasi. Pihaknya, sendiri belum bisa memastikan penambangan galian golongan C sungai Musi wilayah Pulau Tujuh tersebut, karena baru mengetahui adanya aktivitas penambangan ini.

“Baru tahu inilah kalau ada aktivitas penambangan, memang dulu ada. Nanti kita krosscek dulu apakah ada atau tidak adanya izin operasinya. Lagi pula, kalaupun ada izin bila melampaui wilayah izin operasi sudah menyalahi aturan,” ungkapnya.

Susyanto menambahkan, untuk izin operasi, apalagi sekarang ini izin operasi dikeluarkan dari Pemprov, bukan lagi pemkab, tidak hanya melibatkan Dishutbuntamben, tetapi BLHD dan pemerintah setempat. Kalaupun sudah memiliki, namun aktivitas penambangan berdampak kerusakan lingkungan, maka izin operasinya bisa dicabut.

“Ya, kalau ada dampak kerusakan lingkungannya, walaupun ada izinnya bisa saja distop dan izin dicabut. Masyarakat juga hendaknya melapor kalau ada penambangan yang merusak lingkungan, karena tidak semua yang terjadi di lapangan bisa kita ketahui,” tandasnya. (HS-10)

_______________

Sumber  :  Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Pisah Sambut Kapolres Empat Lawang Khidmad

KP7PISAH sambut Kapolres Empat Lawang dari AKBP M Ridwan SiK kepada AKBP Rantau Isnur Eka SiK berlangsung khidmad, senin (8/6//2015).

Acara yang diawali dengan prosesi Pedang Pora menyambut kedatangan AKBP Rantau Isnur Eka SiK beserta Istri dilanjutkan dengan tari selamat datang.

Diketahui, mantan Kapolres Empat Lawang, AKBP M Ridwan dipromosikan menjabat Kapolres Musi Banyuasin (Muba), sedangkan penggantinya AKBP Rantau Isnur Eka sebelumnya menjabat Kasubdir Provos Polda Sumsel.KP5

Usai prosesi Pedang Pora penyambutan pejabat baru, dilaksanakan apel gelar pasukan sebagai tanda dimulainya AKBP Rantau Isnur Eka memimpin Polres Empat Lawang, selain itu sebagai bentuk pelepasan AKBP M Ridwan yang meninggalkan tugas dari Polres Empat Lawang.

KP4Dalam sambutannya, AKBP M Ridwan mengatakan banyak suka duka yang dialami selama menjabat sebagai Kapolres Empat Lawang. Termasuk bagaimana dengan kerasnya Ia memperingatkan anggota yang mengalami masalah, untuk itu secara pribadi perwira melati dua di pundaknya itu memohon maaf yang sebesar-besarnya. Namun sebagai catatan Ridwan mengakui jika hal tersebut terpaksa dilakukan bukan untuk menyakiti namun inginkan perbaikan.

“Dua tahun menjabat di Polres Empat Lawang banyak kenangan yang saya rasakan, suka dukanya. Terutama pada anggota-anggota yang pernah saya marahi, sedikitpun tak terbersit di hati saya menaruh dendam dan saya melakukan hal itu bukan menyakiti tapi untuk memperbaiki,” ungkap Ridwan.KP3

Sementara itu, Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka SIk dalam amanatnya menyampaikan jika pejabat-pejabat di Polres Great A dan B wilayah Polda Sumsel paling takut dipindahkan. Oleh sebab itu, jika ada masalah mereka tidak mau diperiksa, karena jika terbukti bersalah akan ditarik ke Polda Sumsel.

“Tapi untuk di Polres Empat Lawang ini jika terbukti bermasalah, akan tetap bertugas di Empat Lawang. Jadi jangan ada pikiran jika melakukan pelanggaran akan cepat dimutasi dari sini (Polres Empat Lawang,red),” tegasnya.

KP2Namun, lanjut Rantau, jika anggota berprestasi akan diusahakan untuk pindah ke tempat-tempat yang lebih baik lagi dengan jabatan yang baru. Karena jika banyak yang pindah dari Polres Empat Lawang, siapa lagi yang akan menjaga dan mengamankan bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

“Jangan berpikiran grasak-grusuk cari kesalahan untuk cepat pindah dari Polres Empat Lawang. Tapi pikirkan bagaimana bisa berprestasi sebab rezeki, jodoh dan maut itu semuanya telah diatur tuhan,” jelasnya.KP1

Rantau berupaya untuk membuat masyarakat Empat Lawang sayang dengan polisi Polres Empat Lawang. Salah satu caranya yakni, polisinya harus beretika bagus, ramah dan terbuka dengan masyarakat. (HS-10)

KP8

________________

Sumber  :  Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Kadispora Lepas Kontingen JPD asal Empat Lawang

J6-berfoto bersama sebelum dilepasSEDIKITNYA 20 orang pemuda/pemudi dan 2 orang pendamping dilepas oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Empat Lawang, Alhumaidi Saman menuju air terjun Bedegung, Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Jum’at (5/6).

Keberangkan 20 orang pemuda/pemudi dan 2 orang pendamping tersebut ini dalam rangka mengikuti Jambore Pemuda Daerah (JPD) Provinsi Sumsel ke-III tahun 2015 yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 Juni hingga 9 Juni.

J5-yel-yel sebelum dilepasPeserta yang dikirim merupakan hasil seleksi dari kegiatan Jambore Pemuda Kabupaten (JPK) di air terjun Batu Betiang Desa Ulak Dabuk Kecamatan Talang Padang pada tahun 2014 lalu.

Sebelum diberangkatkan, ke 22 orang tersebut diberikan arahan oleh Kadispora sebagai bekal sebelum bersaing dengan 15 kontingen Kabupaten/kota di Sumatera selatan pada perlombaan yang ada di JPD tersebut.

Dalam arahannya, Kadispora memintah kepada semua tim untuk selalu menjaga kekompakan selama mengikuti kegiatan Jambore demi nama baik Kabupaten Empat Lawang.

“Saya memintah adik-adik untuk menjaga kekompakan selam mengikuti kegiatan jambore ini. Kalian membawa nama Empat Lawang bukan membawa nama kecamatan dimana kalian tinggal,” Kata Alhumaidi Saman dalam arahannya.J4-Kontingen diberi arahan Kadispora

Lanjutnya, dalam mengikuti setiap kegiatan perlombaan yang ada, tim kontingen asal Empat Lawang diminta agar selalu saling mendukung, sehingga prestasi yang diharapakan dapat dengan mudah dicapai. “Jika ada yang tidak bisa, yang bisa harus dapat menutupi kelemahan yang tidak bisa, jangan sampai kelemahan salahsatu anggota dimanfaatkan oleh tim dari kontingen lain,” terangnya.

Pihaknya juga berharap nantinya kontingen asal Kabupaten Empat Lawang akan mampu menjadi yang terbaik dan bisa mewakili Provinsi Sumsel ke Jambore Pemuda Indonesia (JPI) tingkat nasional.

“Saya yakin, kalian mampu membuat prestasi sehingga dapat masuk dalam kontingen Sumsel guna mengikuti JPI tingkat Nasional,” tandasnya. (HS-10)

J2-Kontingen JPD Saat Bersalaman denga Kadispora        J1-Kadispora saat melepas Kontingen 4Lawang

_______________

Sumber  :  Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Pilkades Empat Lawang Siap Jadi Contoh Daerah Lain

P1

Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) bersamaa Kepala BPPT, Andrari Gratian Garu saat meninjau TPS

Pilkades 1

HBA Saat meninjau pelaksanaan Pilkades

Pilkades 5

Para Kandidat Calon Kades saat pelaksanaan Pilkades di desa

PELAKSANAAN Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan sistem e-Voting serentak gelombang I di Kabupaten Empat Lawang yang dimulai 25 mei hingga 3 Juni 2015 yang juga pelaksanaan Pilkades sistem e-Voting yang dilakukan dalam satu wilayah Kabupaten/Kota secara serentak pertama di Indonesia berlangsung lancar dan tidak ditemui permasalahan yang berarti.

Pilkades di 101 desa dalam wilayah Kabupaten Empat Lawang, dibagi dalam 5 (lima) wilayah pilihan yakni, wilayah pilihan I Kecamatan Muara Pinang dan Lintang Kanan, wilayah pilihan II Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) dan Ulu Musi, wilayah pilihan III Kecamatan Sikap Dalam dan Pendopo Barat, wilayah pilihan IV Kecamatan Pendopo dan Talang Padang, serta wilayah V Kecamatan Tebing Tinggi dan Saling, meski sebelumnya penggunaan alat e-Voting belum pernah dilakukan di Kabupaten Empat Lawang, kepercayaan dan antusias masyarakat menyalurkan hak suaranya sangat tinggi.

Hal tersebut tak lepas dari keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang bersama stockholder yang ada dari mulai sosialisasi hingga pelaksanaan berlangsungnya Pilkades itu sendiri.

Kepala Program Sistem Elektronik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Andrari Gratian Garu mengungkapkan, Pilkades sistem E Voting serentak di Empat Lawang hasilnya luar biasa. Padahal, sebelumnya sempat ragu, jika pelaksanaannya akan sukses seperti ini.

“Sebelumnya sempat ragu, namun diluar dugaan hasilnya sagat luar biasa dan sukses. Ternyata mereka antusias, sehingga pelaksanaannya bisa lancar dan ini akan jadi pilot project,” ungkapnya di sela-sela peninjauan pelaksanaan Pilkades evoting di wilayah pemilihan V didampingi Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) dan Ketua KPU Gorontalo, Amirkum.

Selain pelaksanaan pemilihannya, lanjutnya Perda pelaksanaan Pilkades e-Voting ini juga menjadi contoh, karena menjadi kabupaten pertama yang telah menerapkan Perda terbaru berdasarkan amanat undang-undang. “Memang di beberapa daerah sudah melaksanakan Pilkades sistem e-Voting, namun selain tidak serentak Perda yang digunakan masih yang lama,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA), tak menampik masih minimnya pemahaman demokrasi di sebagian kecil masyarakat Empat Lawang. Sebab, masih ada tim sukses calon kades melakukan hal bodoh dengan kekerasan, pasca pengumuman hasil perolehan suara. Namun kata HBA, secara keseluruhan Empat Lawang telah sukses melaksanakan pesta demokrasi, pilkades serentak 101 desa dengan sistem e-Voting.

“Ini perdana di Indonesia, kita pun menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia,” kata HBA juga memberikan apresiasi, kepada semua pihak telah mensukseskan pilkades serentak di Empat Lawang.

HBA menambahkan, hasil Pilkades menjadi acuan, bahwa Empat Lawang siap melaksanakan Pilkada sistem e-Voting, bahkan Pileg dan Pilpres mendatang. “Tinggal lagi KPU, silahkan nanti bahas tekhnis dan aturannya agar lebih efektif,” imbuhnya. (ADV)
Pilkades 3Pilkades 2

————————————-

Sumber  :  Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Kelompok Tani Dapat Bantuan

Tebing Tinggi-20150522-00443

Kepala DP3 Kabupaten Empat Lawang, Rudianto saat menyerahkan langsung bantuan ke Kelompok Tani (Koptan), Jum’at (22/5/2015)

Tebing Tinggi, Empat Lawang

Sejumlah Kelompok Tani (Koptan) di Kabupaten Empat Lawang menerima bantuan peralatan pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Jumat (22/5).

Bantuan yang diserahkan melalui Dinas Pertanian, Perternakan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Empat Lawang langsung ke Koptan yang mendapatkan bantuan sesuai dengan usulan mereka, yaitu 8 (Delapan) unit mesin pemotong langsung triser (combine harvester), Handtratcktor sebanyak 16 unit dan pompa air sebanyak 4 unit.

Kepala Dinas Pertanian, Perternakan, dan Perikanan (DP3) Empat Lawang, Rudianto di sela-sela pembagian bantuan menjelaskan jika bantuan tersebut bersifat hibah ke Koptan tersebar di 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Empat Lawang.

“Bantuan ini tersebar di 10 kecamatan yang ada. Ini berdasarkan usul mereka sebelumnya, setelah kita serahkan nanti akan ada pelatihan cara penggunaan peralatn tersebut sehingga peralatan itu dapat diperggunakan dan dirawat dengan benar,” kata Rudianto kepada beberapa orang awak media.

Dijelaskannya jika bantuan peralatan pertanian tersebut bertujuan untuk membantu dan meningkatkan program Upaya Khusus (Upsus) Pajale dari Kementerian Pertanian RI. Sehingga program tersebut dapat bermanfaat bagi peningkatan perekonomian Petani.

“Bantuan ini dalam rangka membantu meningkatkan program Upsus penanaman padi, jagung dan kedelai sehingga program ini benar-benar dapat mengangkat perekonomian masyarakat petani,” tandasnya.

Sementara itu, Supriadi (36) salahseorang Ketua Koptan asal Kecamatan Saling mengungkapkan jika pihaknya sangat berterimakasih dengan bantuan yang sudah didapatkan oleh Kelompok yang dipimpinnya. Apalagi bantuan yang diterima pihaknya kali ini adalah benar-benar sesuai keinginan kelompoknya seperti proposal usulan yang disampaikannya melalui pihak DP3 Kabupaten Empat Lawang.

“Saya sebagai wakil seluruh anggota Poktan di Kecamatan Saling, sangat berterima kasih kepada DP3 Empat Lawang yang telah bersusahpayah membawa proposal usulan kami ke Kemetrian, sehingga hari ini kami telah menerima bantuan peralatan pertanian yang selama ini sangat kami idam-idamkan,” ungkapnya. (HS-10)

______________

Sumber  :  Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar