Tembok Penahan Jembatan Patah, Diduga Sudah Rapuh

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Kondisi jembatan desa Ujung Alih Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang, berpotensi membahayakan pengguna yang melalui jalan milik provinsi tersebut. Selain berada di tikungan, kondisi jembatan juga memprihatinkan terlihat tembok penahan jembatan juga pecah diduga sudah rapuh. Akibatnya ditabrak kendaraan sedikit saja langsun patah.

Menurut Yan (52) warga desa sekitar, jembatan tersebut berdiri sejak lama sehingga sangat rentan ambruk. Ia berharap jika jembatan tersebut diganti atau setidaknya direhab. Sebab jika jembatan tersebut ambruk bisa dipastikan akses jalan provinsi Tebingtinggi – Pendopo dan sebaliknya lumpuh.

“Jembatan itu setahu saya sudah sangat lama, walaupun tampak terawat, tapi material bangunan sudah rapuh, harusnya dibangun ulang bukan hanya direhab ringan seperti selama ini,” katanya kepada Awak Media, Selasa (19/8).

Senada dengan itu, Rohman (37) Sopir angkutan desa (Angdes) warga kecamatan Pendopo yang biasa melalui jembatan tersebut, mengatakan jika Jembatan itu suda terlihat rapuh, meski terlihat terawat namun itu hanya terlihat fisik luarnya saja. Dirinya mangaku was-was jika sedang melewati Jembatan Tersebut.

“ngeri sih, selain letaknya ditikungan cendrung membahayakan pengguna jembatan, itu juga sudah rapuh, harapan Saya pihak Provinsi melalui PU BM Empatlawang dapat memperhatikan jalan dan jembatan di Empatlawang,” terangnya.

Ditambahkannya, tidak hanya Jembatan yang ada di Desa Ujung Alih yang harus diperhatikan pihak provinsi, namun semua Jembatan di sepanjang jalan milik provinsi harus menjadi perhatian semua pihak, karena sebagian besar kondisinya sudah rapuh dan berumur.

“perlu perhatian serius pemerintah, bukan hanya jalan yang harus diperhatikan namun jembatan juga harus prioritas, sebab jika sudah ambruk yang rugi kita semua,” pungkasnya.(ozi)

——————————————

Sumber : Radar Nusantara

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Saksikan Karnaval dan Mobil Hias, Sepanjang Jalan Dipadati Masyarakat


Bupati HBA dan Wabup Syahril, menyambut peserta karnaval di panggung kehormatan, Senin, 18/8/2014

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Karnaval pembangunan dan pawai mobil hias di Kabupaten Empat Lawang dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang ke 69, Senin (18/8), berlangsung meriah. Ribuan peserta yang berasal dari utusan SKPD, sekolah, kecamatan dan kelurahan dan berbagai organisasi lainnya menampilkan berbagai kreatifitas mereka dalam karnaval dan mobil hias tersebut.
Karnal dan mobil hias ini, start dari depan kantor Bupati Empat Lawang dan finish di depan Mapolres Empat Lawang.

Beragam atraksi dan aksi ditampilkan oleh peserta dalam karnaval tersebut.
Mulai dari peserta yang mengenakan seragam ala pejuang tahun 1945, seragam berbagai profesi sampai marching band pun ikut memeriahkan karnaval tersebut. Kemeriahan semakin menjadi saat sejumlah mobil hias melintas disepanjang jalan yang dilalui.

Tak pelak, sepanjang jalan yang dilintas peserta karnaval dan mobil hias itu disesaki oleh warga Tebing Tinggi dan sekitarnya. “Ini kan setahun sekali, jarang ada kegiatan seperti ini makanya banyak yang nonton,” kata salah seorang warga Tebing Tinggi yang dibincangi bersesakan dengan masyarakat lainnya menyaksikan karnaval dan mobil hias tersebut.

Polres Empat Lawang, terpaksa mengalihkan arus lalu lintas selama pelaksanaan karnaval dan mobil hias tersebut. Itu dilakukan karena jalan-jalan yang dilalui, dipadati oleh masyarakat.
Sesampai di depan Mapolres Empat Lawang, yang menjadi tujuan terakhir karnaval dan mobil hias tersebut, peserta disambut oleh Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) beserta istri Hj Suzana Budi Antoni, Wabup H Syahril Hanafiah, Ketua DPRD H David Hadrianto, Kapolres dan beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemkab Empat Lawang.

“Antuasiasme peserta cukup tinggi, begitu juga dengan masyarakat yang ingin menonton. Kegiatan ini, sangat luar biasa,” kata HBA disela-sela menyambut peserta karnaval dan pawai mobil hias, kemarin.

HBA mengatakan, kedepannya acara karnaval dan mobil hias akan dipisahkan waktunya menjadi dua hari. Bisa saja satu hari sebelum 17 Agustus dan satu hari setelahnya. Sebab, peserta karnaval dan pawai mobil hias yang begitu banyak, membutuhkan waktu yang cukup panjang. “Kalau kita buat dua hari, mungkin bisa lebih tertib lagi. Yang jelas, akan kita kemas sebaik mungkin dan lebih meriah lagi,” tukasnya. (saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

2015, Pilkades Sistem Online ?

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), mencanangkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Empat Lawang secara online, mulai 2015 mendatang.
Maksudnya? pelaksanaan pilkades dilakukan secara serentak. Rekapitulasi suara, akan dilakukan menggunakan perekapan online.

“Kita masih pelajari tekhnisnya, ada petugas dikirim studi banding agar bisa memahami apa-apa kebutuhan akan dianggarkan pada Pilkades online nanti,” kata Kepala BPMPD Empat Lawang, H Aminuddin Bahar, Senin (18/8).

Menurutnya, sejauh ini ada sekitar 100 orang lebih jabatan kades diisi pejabat sementara (Pjs). Belum lagi jabatan kades diperkirakan habis tepat di akhir. 2014 dan awal 2015 mendatang.
Bisa dikatakan dari sekitar 147 desa di Empat Lawang hampir secara keseluruhan menggelar Pilkades. Namun kata Amminudin, jika memungkinkan pelaksanaan pilkades dilakukan tiga tahap atau tiga zona dengan waktu berbeda, agar bisa lebih efektif dalam pengawasan.

Secara umum sebut Aminuddin, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan bupati dan ketua DPRD Empat Lawang. Mengenai rencana kucuran anggaran dana desa Rp 1 Miliar pada APBN mendatang, makanya target BPMPD hingga akhir Mei 2015 nanti semua desa dipimpin kades defenitif.

“Ya paling lambat Mei 2015, karena menyangkut anggaran desa maka kadesnya wajib defenitif,” jelasnya menambahkan, untuk pilkades sendiri, pihaknya masih pembahasan persiapan anggaran, jika memang diperbolehkan bisa digelar secara bertahap pada akhir 2014.

Pilkades serentak dan sistem online, dipastikan mampu meminimalisir penggunaan anggaran. Bahkan lebih efektif mengurangi perselisihan atau konflik daerah, apalagi disadari betul tingkat emosional masyarakat Empat Lawang cukup tinggi.

Belum lagi jika jika dilakukan secara terpisah, membutuhkan biaya besar dalam pengawasan ke seluruh desa di wilayah Empat Lawang. “Sistem online sudah dipakai di Kabupaten Musirawas, sepertinya hasil dicapai bagus dan itu akan kita sadur di Empat Lawang,” imbuh Aminuddin.

Untuk diketahui, penundaan pilkades di Empat Lawang sejak 2013 lalu, menyusul dilaksanakannya pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati dan Gubernur, pemilihan anggota legislatif dan Pemilihan presiden. Akibatnya ratusan desa terpaksa dipimpin pejabat sementara kades.

Umumnya masyarakat setuju dilakukan pilkades secara serentak, agar menghindari konflik internal antar pendukung. “Biasanya ricuh pilkades, kami setuju dilakukan serentak. Agar tidak ada judi atau taruhan yang memicu terjadi konflik,” ucap Iskandar (40), warga Tebing Tinggi. (saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Membludak, Rutan Tebingtinggi Dinilai Kian Tak Layak

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Eks benteng pertahanan kolonial Belanda yang dijadikan rumah tahanan (Rutan) Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang kian tidak layak. Selain berada di sekitar lingkungan sekolah dan rumah dinas bupati Empatlawang, kapasitas narapidana dan tahanan selalu membludak. Dalam kondisi seperti ini tentu sistem pembinaan bagi napi sangat kurang efek.
Hal tersebut melatarbelakangi pihak Rutan Tebingtinggi Empatlawang tengah mengupayakan pengajuan relokasi atau pemindahan secara tukar guling ke Pemkab Empatlawang.

Kepala Rutan Tebing Tinggi, Abdul Hakim Amir membenarkan recana itu ketika dibincangi Awak Media usai pemberian remisi napi dalam rangkat HUT RI ke 69, yang dihadiri oleh Bupati Empatlawang, H Budi Antoni Aljufri, Minggu (17/8). “Ya memang sudah tidak layak, apalagi kedepan seiring perkembangan Polres dan Kajari di Empatlawang. Tentu saja, jumlah tahanan akan meningkat,” ungkap Amir.

Dalam kondisi sekarang, dijelaskannya kapasitas maksimal seharusnya hanya sekitar 90 orang sedangkan Rutan harus menampung jumlah warga binaan mencapai 108 orang atau 82 orang napi dan 106 tahanan. “Pengajuan sudah sejak 2013 lalu, kita masih menunggu persetujuan Kanwil Sumsel. Mudah-mudahan bisa secepatnya terealisasi, rencananya lokasinya terdekat dengan rencana Mapolres, Kajari dan RSUD Empat Lawang atau di sekitara Jalan Poros HM Noerdin Panji,” ungkapnya.

Ditambahkanya, selain berencana memindahkan Rutan Tebingtinggi, dalam waktu dekat ini pihaknya tengah mengusulkan pembangunan ruang sel baru kepada Pemkab Empatlawang. “Rencana lain, mengajukan bantuan pembangunan sel tambahan ke Pemkab Empatlawang. Sudah ada respon positif dari bupati, akan segera disusulkan,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Empatlawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) memberikan responnya mengenai membeludaknya warga binaan di rutan Tebingtinggi. “Sudah membeludak? Itu bisa kita bantu sepanjang disetujui dan tidak ada masalah, nanti silahkan pak kepala rutan mengajukan,” ujarnya spontan ketika dibincangi mengenai permasalahan itu.

Namun demikian, HBA menyarankan lebih baik rutan Tebingtinggi dipindahkan ke lokasi lain dan dibangun lebih layak dilingkungan tak jauh dari Mapolres. Sebab menurutnya, rutan saat ini sebenarnya adalah situs sejarah yang merupakan bangunan eks benteng Belanda.

“Ini kan situs sejarah, di Sumsel ini cuma ada beberapa diantaranya Benteng Kuto Besak Palembang dan ini Benteng di Tebingtinggi, dikembalikan saja ke aslinya agar menjadi cagar kebudayaan,” kata HBA seraya mengakui rencana pemindahan lokasi rutan sudah diimpikan sejak terbentuknya Kabupaten Empatlawang tujuh tahun yang lalu.

Terkait remisi HBA memberikan apresiasi terhadap kinerja petugas Rutan Tebingtinggi. Selanjutnya berpesan kepada napi dan tahanan agar menjalankan hukuman dengan baik dan patuh aturan, sedangkan yang dinyatakan bebas agar tidak melakukan lagi kejahatan dan memulai hidup layak dalam bermasayarakat. “Selamat untuk yang dapat remisi dan terutama bebas, ini adalah prestasi sekaligus tantangan agar kedepan bisa lebih baik lagi,” ucap HBA.

Sebagai informasi, Rutan Tebingtinggi Empatlawang memberikan remisi dalam rangka HUT RI ke 69 pada 17 Agustus 2014 kepada 64 orang warga binaan. Dengan rincian 1 orang remisi 6 bulan, 4 orang remisi 5 bulan, 4 orang remisi 4 bulan kemudian 20 orang remisi 3 bulan, 20 orang remisi 2 bulan dan 15 orang diberikan remisi 1 bulan.

Dari jumlah itu, ada 4 napi diberikan remisi dan dinyatakan bebas yaitu Petri Lopita yang mendapatkan remisi 2 bulan, M rizal Alias Mamad mendapatkan remisi 6 bulan, Chandra mendapatkan remisi enam bulan dan Prima mendapatkan remisi 1 bulan. (ozi)

——————————————

Sumber : Radar Nusantara

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

HBA Sesalkan Isu DPRD ingin “Melibas”

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Belum dilakukan pelantikan, namun isu miring niat buruk anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang periode 2014-2019 kian marak. Salah satunya niatan ingin melibas (menyerang, red) Bupati Empat Lawang, dalam kebijakannya sebagai kepala daerah.

“Banyak informasi, anggota dewan berniat melibas bupati. Ini kan aneh, saya tida begitu tahu jelas apa maksudnya. Tetapi harusnya mereka pahami dulu, apa tugas dan fungsinya,” kata Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) pada halal bi halal yang digelar DPRD Empat Lawang, Sabtu (16/8).

HBA mengakui, ada kekhawatiran anggota dewan kedepan belum bisa bekerja. Apalagi tercatat lebih banyak anggota baru dan berusia muda, atau belum mengenyam pengalaman menjadi wakil rakyat.
Makanya sebut HBA, Sekretariat Dewan (Setwan) harus aktif menyiapkan anggaran untuk pendidikan dan latihan (diklat) serta pembekalan bagi anggota DPRD Empat Lawang pelantikan.

Tujuannya, agar anggota dewan tersebut tahu tugas dan fungsinya. Selain itu, akan ada pemahaman bersama mitra pemerintah seperti Kapolres, Kajari dan sebagainya. HBA menyebut, tugas dan fungsi dewan saat ini berbeda jauh jika dibandingkan 10 tahun sebelumnya.

“Dulu, peran dewan sangat besar dan sangat ditakuti sampai ke tingkat bupati. Karena bisa menolak atau menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati (LKPJ) kepala daerah,” ungkap mantan Ketua DPRD Lahat ini.

Tetapi jelas HBA, saat ini sudah berbeda. Bahkan hak budgeting dewan akan dikurangi, dengan ditiadakannya Badan Anggaran (Banggar). Namun ungkap HBA, kerjasama anggota dewan dalam membangun Empat Lawang tetap diharapkan.

“Mari kita jalin kebersamaan, tidak ada istilah dewan mandul meskipun fungsi budgeting dengan tidak adanya Banggar. Dewan hendaknya lebih banyak jaring aspirasi dengan melakukan kunjungan kerja ke kecamatan, ” beber HBA.

Sementara itu Ketua DPRD Empat Lawang H David Hadrianto mengakui, pada periode kedepan, anggota dewan akan diberikan pembekalan dengan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Badan Diklat dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tujuannya, untuk memaksimalkan pengetahuan para anggota dewan terhadap tugas dan fungsinya. “Ya memang saat ini ada kiasan dewan “habis taring”, namun itu bukanlah suatu alasan dalam menjalankan tugas sebagai legislatif atau pengawasan kinerja pemerintahan,” kata David.

Dijelaskannya, pada periode mendatang anggota DPRD Empat Lawang menjadi 35 kursi atau bertambah lima kursi dibanding periode sebelumnya hanya 30 kursi tentu. Penambahan kursi itu diharapkan akan meningkatkan kinerja dewan.

“Dari 30 kursi dewan sebelumnya, ada 15 orang masih dipercaya masyarakat. Diantaranya juga ada dua orang naik menjadi anggota DPRD Sumsel. Ini luar biasa, karena kepercayaan masyarakat sangat besar kepada dewan,” ungkapnya seraya menyebut anggota DPRD Empat Lawang periode 2014-2019 akan dilantik pada 25 Agustus mendatang. (Saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Buat Laporan Palsu untuk Modal Menikah

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Niat untuk mencari modal nikah, Dedi Sutiadi (20) nekad membuat laporan palsu dengan modus dirampok ke Polres Empat Lawang, Kamis (14/8) malam. Namun apes aksinya itu diendus aparat sehingga ia terpaksa bermalam di hotel Prodeo Mapolres Empat Lawang.

Sebelumnya warga SP 2, Desa Sido Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi yang bekerja sebagai dept collector PT Ciwest Mendala Sakti, Lubuklinggau ini mengaku dirampok di kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) Talang Gunung, Kecamatan Jayaloka sekitar pukul 20.00 WIB.

Disana ia kehilangan sepeda motor Honda Beat warna pink BG 4675 GU, dompet berisi uang hasil tagihan kepada konsumennya Rp1,5 juta dan handphone Nokia.
Setelah itu ia dijemput teman kerjanya melapor ke Polres Empat Lawang. Aparat curiga dengan keterangan yang diberikan oleh tersangka.

Ketika diintrogasi lebih lanjut ternyata tersangka memberikan keterangan palsu. Semua barang yang diakuinya hilang itu dititipkannya ke rumah warga yang merupakan pelanggannya di Jl Lintas Tengah Sumatera, Tanjung Beringin, Tebing Tinggi.

“Ketika tersangka kami tanya pakai apa bisa datang ke polres dia (tersangka, red) mengaku dijemput temannya. Cara menghubungi temannya pakai hp warga yang melintas di TKP,” ujar Kasat Reskrim Polres Empat Lawang AKP Nanang Supriyatna melalui Kanit Pidum Ipda Indra Gunawan, Jumat (15/8).

Tapi ketika aparat mengecek panggilan masuk di hp temannya, tersangka menelepon jauh sebelum kejadian. “Semua barang yang diakui tersangka hilang ada di rumah warga. Tersangka dijerat pasal 242 jo 220 yaitu memberikan keterangan palsu dengan ancaman penjara dua tahun,” pungkas Indra.

Sementara diakui tersangka Dedi, rencananya jika berhasil membuat laporan palsu ia mengadu ke perusahaannya bahwa uang tagihan juga raib. Uang itu akan digunakannya untuk biaya nikah dengan pacarnya Ani (19) pada akhir bulan Agustus ini.

“Saya dan pacar saya tuker pinjem motor. Yang saya pakai sekarang motor pacar saya. Saya terpaksa berbuat seperti ini karena untuk biaya nikah, saya kepepet. Sebelumnya tidak belajar dari siapa pun. Kami sudah lama pacaran dan pacar saya itu sekantor ia kerja sebagai sales,” aku Dedi. (eno)

——————————————

Sumber : Sumatera Ekspres

Dipublikasi di Hukum dan Kriminalitas | Tinggalkan komentar

Pramuka Empat Lawang Sempat “Mati Suri”

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang sedikitnya menganggarkan Rp200 juta untuk gerakan Pramuka.

Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri SE MM mengharapkan dana tersebut dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik sepanjang tidak bertentangan dengan aturan.

Dengan dana tersebut, H Budi Anton Aljufri atau yang akrab dipanggil HBA berharap Pramuka di Kabupaten Empat Lawang bisa handal, mandiri tidak bergantung dengan pemerintah serta bisa membuka badan usaha sendiri guna menghidupkan kegiatan kepramukaan.

“Kami mendukung pramuka menjadi kurikulum wajib di sekolah. Sebagai pendidikan non formal, pramuka mendidik siswa menjadi handal dan berkarakter,” ungkap HBA dalam sambutan pada momentum peringatan HUT Pramuka ke-53 kemarin.

Orang nomor satu di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini sangat mendukung gerakan Pramuka, bahkan sejak 2010 Pemkab Empat Lawang sudah menetapkan pakaian Pramuka sebagai baju dinas dan wajib dipakai satu hari dalam seminggu.

“Inilah komitmen kami mendukung gerakan Pramuka, harapan kami Pramuka bisa lebih eksis. Untuk pembina, instruktur Pramuka harus bersatu meningkatkan kualitas karena dengan terbit UU Nomor 12 Tahun 2010 maka pelaksanaan gerakan Pramuka tidak lagi hanya sekedar mengisi masa senggang”, imbuhnya.

Lanjut HBA, selama ini Pramuka di Empat Lawang mati suri, tapi dengan HUT Pramuka ke 53 ia optimis bahwa Pramuka bisa bangkit dari mati suri dan bisa mengharumkan Empat Lawang di event-event baik provinsi maupun nasional. (eno)

——————————————

Sumber : Sumatera Ekspres

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar