HBA Janjikan Motor Trail untuk Kades

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri menjanjikan bantuan kendaraan dinas berupa motor trail bagi kepala desa (kades) di Empat Lawang. Dengan motor tersebut, diharapkan kinerja kades terutama dalam memantau wilayahnya lebih maksimal.

“Nanti kades kita bantu moor trail, agar mereka lebih mudah naik dan turun bukit mengecek wilayah nya terutama yang berada di pelosok-pelosok daerah talang,” kata HBA baru-baru ini.

Kenapa motor trail, menurut HBA itu karena letak geografis Empat Lawang masih banyak berupa perbukitan. Apalagi daerah pertalangan dan dusun jauh, itu juga harus dijangkau kades selaku perpanjangan tangan pemerintah daerah.

Dengan blusukan, kades bisa mengetahui semua keadaan tentang desa, termasuk kebutuhan jalan, bangunan sekolah dan fasilitas umum lainnya. Jangan sampai kades tidak mengetahui desanya butuh jalan atau yang lainnya, jadi minimal dua kali dalam sebulan kades mesti keliling. “Kalau sudah ada motor trail, tak ada alasan lagi kades tidak bisa keliling. Jangan diam saja di rumah,” ucap HBA.

‪Selain kades lanjutnya, bantuan motor trail ini juga akan diberikan kepada lurah. Bantuan sepeda motor trail untuk 156 kades dan lurah di Empat Lawang ini jelas HBA, akan diberikan bertahap.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang sebutnya, akan lebih memprioritas kades yang wilayah yang lebih membutuhkan seperti desa wilayah perbatasan. Nah, persoalan motor dinas lama jenis bebek, dapat digunakan oleh sekretaris desa (sekdes). Sehingga sekdes, bisa memaksimalkan kinerjanya dalam mengurus administrasi desa. “Insya Allah, 2015 sudah bisa diserahkan dan dimanfaatkan kades,” janjinya.
Namun sambung HBA, kades harus dapat menjaga ketentraman desa yang dipimpin. Keamanan desa tegasnya, menjadi tanggung jawab kades. Makanya edaran larangan pesta malam, harus terus disosialisasikan kemasyarakat agar biang keributan dapat di minimalisir.

Kades terang HBA, harus fokus mengurusi desa yang dipimpinnya. Jika itu berjalan, ia yakin, maka setiap desa di Empat Lawang akan tentram dan aman. “Kades mempunyai tanggungjawab besar. Jika kades fokus ke masing-masing desanya, insya Allah image negatif Empat Lawang akan hilang. Karenanya, jika masih ada gelanggang atau perjudian bahkan ladang ganja di desa yang dipimpinnya, kades harus bertangggungjawab. Kades itu akan mendapatkan sanksi, bahkan bisa sampai pemecatan,” tukasnya. (saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Gedung Balai Uji Empat Lawang dipenuhi Semak Belukar

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Gedung Balai Uji milik Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Empat Lawang, kini kondisinya terbengkalai.

Dari pantauan di lapangan, Senin (22/9), kondisi gedung tersebut sudah rusak parah setelah beberapa tahun tak di fungsikan lagi.

Balai Uji itu dibangun sekitar tahun 2009 dilahan seluas satu hektar di Desa Merkati Jaya (Trans 3B), Kecamatan Tebing Tinggi. Bangunan berdinding beton, berukuran lebih kurang 200 meter dengan lebar sekitar 20 meter dan panjang 10 meter, kini terlihat kusam menyisahkan kerusakan hampir 70 persen.

Selain itu, sebagian besar kaca pecah, kusen, rangka baja dan atap jenis multiroof banyak hilang. Bangunan pun, sudah ditumbuhi semak belukar karena tak pernah lagi di fungsikan. “Pernah ditempati sebagai Kantor Dishubkominfo, itu setahun setelah dibangun. Tetapi entah kenapa, sekarang ditinggalkan terbengkalai saja,” kata Indra (43), warga Kelurahan Tanjung Kupang ketika dibincangi, Senin (22/9).

Ironisnya lagi, sampai sekarang Kantor Dinshubkominfo Empat Lawang sendiri masih mengontrak dan berpindah-pindah bahkan pernah di rumah warga. Kini Kantor Dishubkominfo Empat Lawang, menempati eks rumah makan di Kelurahan Tanjung Kupang.

“Ini disayangkan, padahal bisa dimanfaatkan untuk kantor. Kan sayang sudah dibangun dibiarkan terbengkalai dan rusak, kesannya tidak ada perencanaan dan membuang anggaran saja,” sesalnya.

Sumber lain koran ini menyebutkan, alasan tidak ditempatinya Balai Uji Dishub itu karena letaknya tidak cocok. Selain jauh dari jalan lintas, tidak ada kendaraan seperti angkutan desa (Angdes) dan lainnya mau melakukan uji KIR kendaraan disana.

“Harusnya lokasi balai uji di dekat terminal, tapi terminalnya saja belum ada,” kata sumber tadi seraya menyebut rencana pembangunan terminal sendiri sempat ada tetapi baru sebatas membuka lahan saja di Jalan Lingkar.

Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) saat dikonfirmasi tak menampik, ada penyesalan dibangunnya gedung balai uji di Desa 3B. Menurut HBA, harusnya pembangunan dilakukan pada lokasi cocok agar bermanfaat bagi masyarakat.

Namun kata HBA, pembangunan Balai Uji itu dibangun bukan dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Empat Lawang melainkan bantuan dari pemerintah pusat. “Itukan kurang tepat bangunan gedungnya, makanya tidak dipergunakan. Kemudian ketika pembangunannya pihak pemkab tidak dilibatkan,” jelasnya.

HBA menambahkan, agar SKPD lebih mendetail setiap rencana pembangunan bantuan pusat maupun propinsi. Seperti kantor dan pelayanan umum dapat digunakan dan dinikmati masyarakat serta tidak terbengkalai.

Selain Kantor Dishubkominfo terang HBA, ada pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) di Desa Terusan Baru, Kecamatan Tebing Tinggi. Itu juga terbengkalai. “Kedepan akan kita kawal semua bantuan, agar pembangunan tidak terkesan asal-asalan saja,” janjinya. (saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Perlintasan KA Desa Tanjungning Simpang Tanpa Palang Pintu

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Pengendara kendaraan yang melintas di kawasan Desa Tanjungning Simpang, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang patut meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya di kawasan itu terdapat pintu perlintasan Kereta Api (KA), yang tidak memiliki palang pintu. Kondisi ini, diperparah dengan rambu-rambu yang banyak rusak. Padahal jalan kabupaten.

Hal ini jika tidak segera ditanggulangi oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), dikhwatirkan rawan terjadi kecelakaan. Bahkan bisa merenggut nyawa seseorang, dan juga bisa mencelakai bagi pelintas jalan.

“Disini tidak ada palang pintunya, padahal jalan ini penghubung ke empat desa. Selama ini sering terjadi kecelakaan disini, akan tetapi hingga sekarang belum juga ada palang pintu dan rambu-rambu pun tidak ada sama sekali,” kata Munir (38).warga Tanjungning Simpang yang dibincangi, Minggu (21/9).

Dia merasa khawatir, dengan keadaan ini karena perlintasan KA tersebut. Apalagi jelasnya, perlintasan KA itu, berada di kawasan pemukiman penduduk sehingga banyak kendaraan yang melintas. “Sangat berpotensi terjadi kecelakaan, karena banyak kendaraan yang melintnas dan tanpa ada tanda-tanda peringatan sama sekali,” jelas Munir.

Hal senada dikatakan Mansyur (38), warga Desa Taba Kebon, Kecamatan Saling. Ia mengatakan, jika pelintasan KA tanpa palang pintu di Kecamatan Saling, tidak hanya di kawasan Desa Tanjungning Simpang akan tetapi kondisi serupa juga ada di desanya. Kondisinyapun serupa, tanpa rambu-rabu.
Namun jalan di desa tersebut, hanya menghubungkan satu desa yaitu Desa Taba Kebon. Namun demikian, potensi kecelakaan tetap sama sebab jalan tersebut satu-satunya penghubung desa ke Jalan Lintas Sumatera (Jalisum).

“Ada dua titik di Kecamatan Saling, di desa saya Taba Kebon juga tidak ada palang pintu pelintasan KA. Tentu ini sangat membahayakan, apalagi jalan yang melalui perlintasan KA itu satu-satunya jalan desa kami menuju ke Jalinsum,” bebernya.
Mansyur berharap, jika seluruh jalan yang melalui perlintasan KA di Kabupaten Empat Lawang khususnya Kecamatan Saling, menjadi perhatian pihak terkait. Dengan begitu potensi kecelakaan dapat segera diminimalisir.

“Ini menyakut nyawa seseorang, apa harus memakan korban baru dipasang palang pintu dan rambu. Semestinya pihak instansi terkait itu memikirkan dampaknya dan jangan hanya diam saja,” tukasnya. (saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Pulau Emas Bakal Jadi Icon Daerah Empat Lawang

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) meyakini, konsep pembangunan Pulau Emas di Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, bakal menjadi icon daerah. Proyeksi tersebut disusul penyediaan site plan sesuai kultur wilayah, objek pembangunan dan wisata daerah.

Menurut HBA, design engineering detail (DED) pembangunan dan pengembangan Pulau Emas sudah disiapkan. Kini site plan untuk beberapa tahapan kerja, juga sudah disiapkan oleh konsultan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang sendiri, telah membahas dan mengkaji secara komprehensif agar pembangunan dilakukan nantinya tidak sembarangan dan mesti efektif.

“Pembangunan dan pengembangan Pulau Emas dengan luas hingga 19 hektar itu nanti, kedepannya layaknya bergambar moncong kepala perahu. Itu mensimbolkan bahwa nantinya, akan berlayar sepanjang masa di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati,” kata HBA pada pemaparan konsultan pembangunan Pulau Emas di ruang rapat Pemkab Empat Lawang, baru-baru ini.

HBA menerangkan, di arah depan kepala perahu akan dibangun sebuah masjid yang bisa dijadikan pusat ibadah bagi seluruh wisatawan. Masjid itu juga jelas HBA, akan menjadi Islamic Center di Empat Lawang. “Masjid itu, akan dibangun diarah kepala perahu. Itu simbol, agar wisatawan dan masyarakat semuanya diberkahi Allah SWT,” terang HBA.

HBA menjanjikan, pada anggaran 2015 sudah membangun jembatan dari arah Pasar Tebing Tinggi menuju Pulau Emas, dengan menelan dana Rp 24 milyar. Nah, jembatan ini merupakan langkah awal pembangunannya. Karena jembatan itu, menjadi sarana transportasi menuju ke Pulau Emas.

Kemudian pembangunan turap, diarah kepala perahu berfungsi sebagai penopang kekuatan Pulau Emas, apabila adanya hantaman saat debit air meninggi. Disamping itu pula ada wisata kuliner yang nantinya menjadi penambahan ekonomi masyarakat. Pada lokasi itu juga nanti dirancang lokasi pasar yang strategis, untuk pedagang dan arena arena permainan.

“Asumsi kita bahwa APBD Empat Lawang, Insya Allah terus mengalami peningkatan. Sehingga tidak akan mengganggu dana APBD, yang telah dialokasikan. Jadi pemerintah optimis pembangunan dan pengembangan Pulau Emas itu kelar pada 2018 mendatang,” ungkap HBA seraya berharap adanya dukungan doa dari masyarakat Empat Lawang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) Empat Lawang, Syaiful Natsir menambahkan, perencanaan pembangunan dan pengembangan Pulau Emas itu semuanya sudah dimasukkan dalam agenda pemerintah, dalam hal ini telah ditindaklanjuti oleh Dinas PU CK.

“DED turap dan bendung, kemudian studi kelayakan pengembangan Pulau Emas juga sudah dibahas. Selanjutnya proses Amdal kawasan Pulau Emas. Insyaallah 2015 sudah mulai bergerak membangun jembatan oleh pemerintah melalui PU BM. Kemudian secara fisik turap dan masjid Agung oleh PU CK,”terang Syaiful.

Selain itu juga telah menindaklanjuti rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL), dan rencana ruang terbuka hijau (RTH), membuat perencanaan pengolahan limbah, dan tentunya DED masjid.

“Kuba pembangunan masjid itu juga nantinya seperti bentuk telur emas yang melambangkan harapan tentang emas, yang dijaga oleh empat pilar yang melambangkan Kabupaten Empat Lawang,” tukasnya. (saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

7 Mobil Dinas Dewan Empat Lawang Belum Dikembalikan

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang periode 2014-2019, sudah berlangsung satu bulan lalu, tepatnya 24 Agustus 2014. Namun, sejumlah mobil dinas (Mobnas) dipakai oleh anggota DPRD lama, hingga kini belum dikembalikan ke Sekretariat DPRD Empat Lawang.
Bahkan, beberapa diantaranya masih dipakai oleh mantan anggota DPRD Empat Lawang saat ini tidak lagi menjadi wakil rakyat.

Selain belum mengembalikan mobnas, ulah mantan anggota DPRD Empat Lawang tersebut benar-benar memalukan.
Sebab, plat dinas atau plat merah digantinya dengan plat hitam atau plat palsu. Dengan demikian, seolah-olah mereka menggunakan mobil pribadi. Padahal, yang mereka pakai tersebut adalah kendaraan dinas milik sekretariat DPRD Empat Lawang.

Ironisnya, ada pula kendaraan dinas tersebut yang digunakan oleh oknum anggota DPRD Empat Lawang yang saat ini duduk lagi menjadi wakil rakyat, untuk kepentingan bisnisnya di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi.

“Kayaknya mereka gak punya malu, masih menggunakan mobil dinas untuk berbisnis. Padahal, dirumahnya masih banyak mobil pribadi,” kata sumber koran ini, yang minta namanya tidak disebutkan, kemarin.

Sumber tadi menyatakan, penggunaan mobil dinas untuk kepentingan pribadi tentunya menyalahi aturan. Semestinya mereka (wakil rakyat, red) memberikan contoh yang baik pada masyarakat, bukan sebaliknya.

Sebelumnya, Sekwan Empat Lawang Mulyadi Marik melalui Kabag Umum Sekretariat, Tarmizi mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat sebanyak dua kali, kepada anggota DPRD Empat Lawang periode 2009-2014. Isi surat dimaksud, agar pemegang mobil segera mengembalikan mobnas tersebut ke sekretariat DPRD Empat Lawang.
Baik mereka yang duduk lagi menjadi wakil rakyat periode 2014-2019, maupun mereka yang tidak duduk lagi. “Kami berharap, mobnas dikembalikan secara sukarela. Semua mobnas harus ditarik dahulu,” ujar Tarmizi.

Untuk diketahui, dari 17 unit mobnas ada di sekretariat DPRD Empat Lawang, baru 10 mobnas dikembalikan. Tujuh mobnas lainnya, hingga saat ini belum tahu rimbanya. Beberapa mobnas sudah ditarik atau dikembalikan ke sekretariat DPRD Empat Lawang, dalam kondisi rusak parah. Seperti kaca pecah, bodi penyok hingga kerusakan paling parah atau mati total.

Adapun mobnas hingga saat ini belum dikembalikan, yaitu jenis Avanza BG 2025 SZ, yang sebelumnya dipakai oleh ketua Badan Kehormatan (BK) berinisial FS. Kemudian jenis Avanza BG 2024 SZ digunakan oleh Ketua Komisi I, berinisial FR. Mobil APV BG 2061 SZ, dipakai oleh ketua Fraksi PAN, berinisial TH. Kemudian Avanza BG 2011 SZ, yang dipegang oleh ketua komisi III, berinisial MO.

Kemudian mobil jenis APV BG 2017 SZ, dipakai oleh ketua Fraksi G8, berinisial SZ. Mobil APV BG 2062 SZ, dipakai ketua Fraksi Golkar, berinisial IH. Terakhir mobil APV BG 2033 SZ, yang dipakai oleh ketua Banleg, dengan inisial AT. (saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Polres Empat Lawang Cek Lokasi Jembatan Ambruk ?

Ulu Musi, Empat Lawang -Mendapat informasi adanya jembatan yang baru selesai dikerjakan sebulan sudah ambruk di Desa Batulintang, Kecamatan Ulumusi, jajaran Polres Empat Lawang turun ke lokasi meninjau langsung kondisi jembatan, Sabtu (20/9/2014).

Jembatan yang dibangun untuk sarana penyeberangan warga desa setempat dan sekitarnya menuju areal perkebunan itu ambruk patah dua, Kamis (18/9/2014) sekitar pukul 17.00. Akibatnya, jembatan yang dibangun di atas Sungai Latak saat ini tidak bisa dilalui.

Ambruknya jembatan yang dibangun dengan dana APBD Empat Lawang Rp 300 juta lebih ini diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Kuat dugaan pengerjaannya asal jadi, sehingga kualitasnya jelek serta kontruksi jembatan tidak kokoh.

“Kemarin ada rombongan dari pihak terkait dan tadi ada kepolisian yang datang meninjau ke lokasi. Katanya dari Polres Empat Lawang,” ungkap seorang sumber di desa itu.

Sebelumnya, jembatan sepanjang kurang lebih 15 meter dan lebar 3 meter ambruk karena terpatah dua bagian tengah. Pada bagian tengah ambruk masuk ke sungai, sementara dua sisi pangkal jembatan masih berada di atas tiang jembatan.

Dilihat dari besi behel rangka jembatan yang berukuran 16 inchi, itu pun hanya beberapa saja memang tidak kuat menahan beban berat coran beton tersebut.

Jembatan yang tanpa tiang tengah tersebut hanya ditopang dengan reng balok sebanyak empat batang berukuran 40×40 Cm. Dengan bentang yang berukuran 15 meter tersebut kemungkinan tidak akan kuat menopang bentang yang cukup berat.

Warga desa setempat, Barlian (42) mengatakan, jembatan tersebut baru selesai dikerjakan sekitar sebulan. Padahal jembatan tersebut baru dilalui kendaraan roda dua, belum dilintasi mobil. Diperkirakan jembatan itu ambruk, Kamis (18/9) sekitar pukul 17.00.

Beruntung saat kejadian, tidak ada warga yang melintas sehingga tidak ada korban jiwa. Hal ini sangat disayangkan warga, karena sarana publik yang dibangun dengan dana APBD Empatlawang mencapai Rp 300 jutaan ini besar manfaatnya bagi warga.

“Dulunya jembatan kayu yang dimanfaatkan warga desa ini dan desa setempat untuk ke areal perkebunan atau sebaliknya mengangkut hasil perkebunan. Karenanya, disayangkan baru sebulan selesai dibangun sudah ambruk,” ungkapnya.

Dikatakannya, jembatan ini dibangun dua tahap, yakni pada tahap pertama pembangunan tiang tahun 2013 lalu dan tahap kedua pengerjaan bentangan jembatan dana APBD Empat Lawang tahun 2014. Hanya saja, saat pengerjaan tidak ada papan merk proyek pengerjaannya.

“Sangat disayangkan pembangunannya asal jadi, sehingga tidak ada hasilnya, buktinya baru selesai dibangun sudah ambruk. Harapan kami instansi terkait benar-benar melakukan pengawasan, sehingga kualitas pekerjaan sesuai dengan prosedur pengerjaan,” ungkapnya. (wwk)

——————————————

Sumber : Sriwijaya Post

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar

Budi : “Empat Lawang Bukan Daerah Pemasok Ganja”

Palembang – Maraknya temuan ladang tanam ganja di wilayah Kabupaten Empat Lawang, bahkan 500 kg ganja kering, yang diamankan Polresta Palembang, membuat Sang Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Aljufri, berkomitmen bersama jajaran Unsur Muspikab Empat Lawang, tidak ada ladang ganja lagi didaerah mereka.

“Kita bersama unsur muspinda, hasil rapat kita telah menginstruksikan khusunya Kades dan Camat, kedepan kita tidak menginginkan adanya temuan ladang ganja diwilayah kita” kata Budi, saat ditemui wartawan di Mapolda Sumsel, Kamis (18/09).

Komitmen tegas yang diambil Sang Bupati Empat Lawang, jika Kades atau Lurah ternyata tidak bekerja mengawasi warganya, dan jika didaerahnya masih ditemukan ladang ganja maka komitmennya Kades atau Lurah akan dipecat.
“Jika didaerah mereka masih ditemukan ladang ganja, kita dengan komitmen, saya akan memecat Kades, karena dinilai tidak mampu, karena didesa itu dia yang tahu kondisi disana. maka itu, kades dan Camat harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI, jika mereka menemukan ladang ganja didaerah mereka, nanti kita yang akan mennindak lanjutinya, karena Kades harus membasmi ganja, bahkan dengan komitmen ini ada Kades dan warganya membakar dan memusnakan tanaman ganjanya sendiri” Jelas Budi.

Disinggung soal, apakah dengan temuan lahan ganja di Empat Lawang, seperti di kawasan Tanjung Alam Kecamatan Lintang Kanan Kabupaten Empat Lawang Sumsel, sebagai daerah pemasok ganja di Kota palembang, hal tersebut disangkal Bupati Empat Lawang.

“Belum tentu, yang penting ini jaringan mafia di Empat Lawang, itu pasti ada yang mengajari warga disana apalagi tanaman gaanja itu kan tumpang sari dengan kebun kopi tidak menganggu, mungkin jaringan aceh, dengan ditemukan beberapa ladang ganja di Empat Lawang dikatakan bersih belum, tapi setelah ada instruksi pasti semua warga dan Kadesnya bergerak,” serunya. (April)

——————————————

Sumber : sumajaku.com

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Tinggalkan komentar