PINDAH

Posting Baru Pindah klik disini
Mangoci4lawang Post

Sampingan | Posted on by | 3 Komentar

Pecinta Bola Basket Empatlawang Minta Sarana Olahraga

TEBING TINGGI – Para pecinta olahraga Basket Ball di Kota Tebingtinggi, Kabupaten Empatlawang berharap banyak kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empatlawang dalam hal ini pihak terkait untuk serius memperhatikan sarana olahraga cabang basket ini.

“Kami sebagai pecinta olahragabasket ball berharap banyak kepada PemkabEmpatlawang melalui dinas terkait untuk secara serius memperhatikan dan mempasilitasi bidang olahraga ini di Empatlawang” ujar Faris salah seorang pecinta olahraga yang cukup menguras energi ini kepada Sripoku.com, Senin (30/9/2013).

Dikatakannya, terlebih saat ini sudah ada lapanganbasket yang dibuat oleh pemkab, mengundang antusias para pecinta olahraga tersebut. Hanya saja, sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan.

“Hampir tiap sore kami bermain, jujur saja kami sangat senang dengan adanya lapangan yang telah dibuat oleh pemkab, sebab selama ini tidak ada lapangan umum. Selama ini main bola numpang di sekolah-sekolah yang memiliki lapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, kedepan jika sudah difasilitasi dan diperhatikan dengan serius dirinya yakin akan ada atlet-atlet yang dapat membawa dan mengharumkan nama Émpatlawang di tingkat provinsi, bahkan nasional.

“Kalau diperhatikan dan difasilitasi dengan serius pecinta olaraga yang ada, saya yakin banyak kedepannya mendapatkan bibit atlet dan atlet Empatlawang yang dapat mengharumkan bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini,” katanya. (wiliem WK)

——————————————

Sumber : palembang.tribunnews.com

Sampingan | Posted on by | Tinggalkan komentar

Ratusan Tukang Ojek Datangi Mapolres 


TEBING TINGGI – Ratusan tukang ojek gandeng (bentor-Red) mendatangi Polres Empat Lawang. Mereka bukan unjuk rasa tapi mendengarkan imbau tentang tertib berlalu lintas.

Selama ini, pengendara belum banyak mengerti tentang peraturan lalu lintas. Misalnya, tidak memakai helm, dan menaikan anak sekolah diatap Angdes.

“Kita terus melakukan penertiban pengendara di Tebing Tinggi. Setiap hari dan bertahap agar mereka sadar pentingnya tertib lalu lintas,’’ujar AKBP M Riduan SIk, Kapolres Empat Lawan,g melalui Kasat Lantas Iptu Adi Rawa didampingi Kanit Patroli Lantas Ipda Adhe.

Sekarang ada 256 ojek gandeng di Tebing Tinggi dan sudah ada wadah yang menampung aspirasi ojek gandeng.

“Sekarang kita berupaya mengimbau semua tukang ojek agar tertib lalu lintas,’’ujarnya.

Lanjut lanuut, perwira berpangkat balok satu  ini menjelaskan, pihaknya menindak berupa penilangan jika pengendara tak memenuhi peraturan.

“Ya, kita pertama akan menegur, tapi kalau beberapa kali masih melakukan kesalahan, terpaksa ditilang. Misalnya, tidak pakai helm, tak punya SIM dan STNK,’’ujarnya. (omi)

——————————————

Sumber : Palembang Pos

Sampingan | Posted on by | Tinggalkan komentar

Warga binaan coba gantung diri


Gambar ; Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tebing Tinggi – Empat Lawang.

TEBING TINGGI – Salah seorang warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tebing Tinggi, Ar melakukan percobaan bunuh diri, pada Sabtu 28 September 2013, sekira pukul 21.00 WIB.

Namun aksi nekat warga binaan yang terkait kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tersebut diketahui oleh petugas Rutan. Sehingga aksinya bisa digagalkan dan nyawanya bisa diselamatkan.

Aksi tersebut berawal dilakukan Ar di dalam sel isolasi Rutan Tebing Tinggi. Dia nekad melakukan aksi tersebut dengan menggunakan kain sarung yang diikatkan di terali besi ruang tersebut. Namun saat itu aksinya diketahui petugas dan berusaha mencegah aksinya.

Kepala Rutan Tebing Tinggi Abdul Haki Amir mengatakan, saat kejadian Ar sedang dalam sel isolasi, karena kedapatan menyimpan dua buah pisau dibawah bantalnya. Karena melakukan pelanggaran disiplin, akhirnya Ar di masukkan kedalam sel isolasi.

“Mungkin yang bersangkutan merasa tertekan, jadi mencoba mengahiri hidupnya namun beruntung berhasil dicegah,” ujarnya, Minggu 29 September.

Dia mengatakan, sebelum di Rutan Tebing Tinggi yang bersangkutan pernah mendekam di Lapas Lahat. Namun informasinya berhasil kabur. Saat pelarianya tersebut, yang bersangkutan melakukan aksi curanmor di wilayah Empatlawang dan berhasil ditangkap.

“Aksi tersebut bisa jadi karena dilatar belakangi banyaknya kasus yang menjeratnya,” tambahnya.

Terpisah Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Empatlawang Dedi Herianto mengatakan, untuk menghindari aksi-aksi serupa, sebaiknya pihak Rutan Tebing Tinggi memperketat dan membatasi barang-barang milik warga binaan yang bisa menjadi sarana aksi seperti bunuh diri tersebut.

Karena menurutnya, selain khawatir digunakan untuk aksi nekad seperti bunuh diri, dikhawatirkan jika ada benda-benda berbahaya seperti pisau, akan digunakan untuk melakukan aksi lain, semisal melukai warga binaan yang lain.

“Yang pasti antisipasi dari awal, dimana akses untuk masuknya benda-benda tajam dan berbahaya lainya harus diperketat,” jelasnya.
(irhamudin)

——————————————

Sumber : Koran Sindo

Sampingan | Posted on by | Tinggalkan komentar

Kepsek Ngeluh DSG Belum Cair

TEBING TINGGI – Beberapa kepala sekolah mengeluhkan dana sekolah gratis APBD hingga tahap ketiga, belum dicairkan Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang.

Keluhan itu disebabkan, banyak kegiatan sekolah akhirnya ditalangi terlebih dahulu menggunakan dana pribadi. Bahkan ada yang terpaksa menyilangkan dana yang ada untuk menutupi kegiatan yang dilaksanakan.

“Misalnya, kita pakai dana bos terlebih dahulu. Nanti kalau sudah cair baru kita ganti,” ujar kepala sekolah yang tak mau disebutkan namanya, kemarin.

DSG sejatinya dibagi setiap triwulan. Namun untuk tahap ketiga, sudah masuk September tak kunjung dibagikan.

Iapun bertanya-tanya belum dibaginya DSG ini karena belum selesainya pemilihan Gubernur Sumsel. Sebab DSG merupakan program dari gubernur.

Ia berharap, DSG segera dicairkan agar pengeluaran sekolah tak semakin membengkak. Sebab tentunya berpengaruh dengan kocek pribadi yang semakin menipis.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Empat Lawang, H Akisropi Ayub melalui Bendahara, Fajar mengakui DSG tahap ketiga belum cair. Hal ini dikarenakan dana APBD dari Provinsi belum masuk ke kas daerah Empat Lawang.

Besarannya sendiri jenjang SD Rp 120 ribu, SMP Rp 180 ribu, SMA 1.200.000per tahunnya, SMK tekhnik Rp 2.400.000 dan SMK non teknik Rp 1.836.000/tahun. (Omi)

——————————————

Sumber : Palembang Pos

Sampingan | Posted on by | 1 Komentar

Wabup Akui Disiplin PNS Rendah

TEBING TINGGI – Wakil Bupati Empatlawang Syahril Hanafiah mengakui tingkat kedisiplinan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kantor Pemerintah Kabupaten Empatlawang masih rendah.

Menurut Syahril, persoalan kedisiplinan pegawai di Empatlawang bukan hanya didapat dari laporan masyarakat maupun dari absensi, melainkan dari peninjauan langsung yang dilakukan pihaknya di beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada memang diketahui tingkat kedisiplinan para pegawai yang ada.

“Memang untuk persoalan kedisiplinan kami akui pegawai di Empatlawang masih harus lebih ditingkatkan dan kami akan lakukan pengawasan dan pembinaan untuk itu,” tutur dia.

Untuk meningkatkan kualitas pegawai di Empatlawang, kata Syahril, pihaknya akan memberlakukan reward and punishment sehingga ke depan kualitas dan loyalitas pegawai di Empatlawang, khususnya dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik.

Syahril mengatakan, sistem pengawasan berjenjang di lingkungan Pemkab Empatlawang harus benar-benar dijalankan.

“Kami akan selalu ingatkan kepada semua kepala dinas harus bertanggung jawab dengan kinerja bawahannya. Mereka harus terus melakukan pengawasan dan mengupayakan peningkatan kinerja jajaran masingmasing,” tutur dia.

Selain itu, kata Syahril, kepada semua pejabat seperti kepala dinas diminta untuk meningkatkan kinerja. Evaluasi kinerja juga akan terus dilakukan bagai para pejabat di Empatlawang.

“Jadi, kami tidak ingin ada pola dan sistem kinerja asal bapak senang,” ujar dia.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Empatlawang Dedi Herianto saat dikonfirmasi mengatakan, beberapa tahun belakangan ini masalah kedisiplinan pegawai di Empatlawang sering kali menjadi sorotan. Untuk itu, pihaknya meminta kepada pengambil kebijakan di Empatlawang untuk memprioritaskan permasalahan tersebut.

“Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kinerja PNS Pemkab Empatlawang masih kurang dan kami juga sudah berulang kali mengingatkan hal tersebut,” ujar dia. Apalagi, menurut Dedi, persoalan kedisiplinan pegawai yang rendah kerap masih ditemui justru di instansi yang bersentuhan dengan pelayanan masyarakat sehingga pelayanan yang seharusnya menjadi maksimal menjadi terkendala akibat banyaknya pegawai yang bolos.

Dedi mengatakan, selama ini sering kali didengar informasi saat Bupati atau Wakil Bupati Empatlawang sedang berada di luar kota maka tidak sedikit pegawai yang bolos. Diharapkan, ke depan nanti hal seperti itu jangan sampai terulang lagi.

“Kalau polanya seperti itu terus, akan sulit untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kepada masyarakat di Empatlawang ini,” ujar dia. (Irhamudin)

——————————————

Sumber : Koran Sindo

Sampingan | Posted on by | Tinggalkan komentar

SKPD Wajib “Jaga Gawang”

TEBING TINGGI – Terhitung sejak 1 hingga 17 Oktober mendatang, kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) wajib menjaga “gawang” kabupaten Empat Lawang. Kenapa ? Karena ada pembahasan yang sangat penting, untuk kelanjutan pembangunan visi misi bupati dan wakil bupati Empat Lawang periode 2013-2018, berupa rencana kerja (renja) dan rencana strastegi (renstra).

Wakil Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah mengatakan, kepala SKPD diminta untuk tidak meninggalkan kabupaten Empat Lawang selama pembahasan renja dan renstra untuk tahun 2013-2018 pada 1 hingga 17 Oktober mendatang.

Hal ini dimaksudkan, supaya kepala SKPD memahami betul akan hakikat program yang nanti diterapkan. “Surat tugas SKPD saya yang tandatangani,” ujarnya. Termasuk perjalanan dinas keluar daerah pun, sambung Syahril, tidak diperkenankan untuk keluar dari Empat Lawang. Karena, pentingnya pembahasan renja dan renstra itu mesti dipahami secara totalitas bagi kepala SKPD.

“Lain lagi kalau perjalanan dinas pada waktu itu lebih banyak kerugiannya dibandingkan untuk hadir, ya itu lain lagi pertimbangannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunaan Daerah (Bappeda) Empat Lawang, H Nanti Kasih menjelaskan, renja dan renstra itu sangatlah esensi untuk kelanjutan pembangunan suatu daerah. “Rencana kerja dan rencana strategi itu tolak ukur dan indikator utama kelanjutan pembangunan bagi bupati dan wakil bupati saat ini periode 2013-2018. Namun tetap akan dievaluasi setiap tahun pada masa jabatannya,” kata Nanti.

Diterangkannya, visi bupati pada penyampaian pencalonan bupati beberapa waktu lalu, terwujudnya Empat Lawang ekonomi maju aman sehat dan sejahtera (emass) gemilang. Sedangkan misinya meningkatkan layanan akses infrastruktur.

Kemudian meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat. Dan terakhir meningkatkan kesejahteraan sosial dan budaya. “Jadi dalam pembuatan renja dan renstra berkaitan langsung dengan visi misi bupati dan wakil bupati. Dan SKPD diharapkan mampu menelaah tersendiri mana program yang masuk dalam kegiatan tahunan dan mana yang program strategis. Itu semua juga harus dibicarakan seberapa besar keuntungan atau manfaatnya bagi masyarakat Empat Lawang,” urainya.(Tono)

——————————————

Sumber : KABARkite.com

Sampingan | Posted on by | Tinggalkan komentar